• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Tiga Siswa Bersihkan WC Meunasah

Jumat, 29 Juli 2011 14:36 WIB
BIREUEN – Dipergoki mencuri besi di rumah warga di Desa Juli Cot Meurak Timu, Kecamatan Juli Bireuen, tiga pelajar MTsN Bireuen dihukum membersihkan WC dan tempat wudhuk meunasah desa setempat, Kamis (28/7) sekitar pukul 13.30 WIB.

Ketiga pelajar itu adalah Wildan (14), warga Kecamatan Jeumpa, Bahrul Fazal (14), warga Kecamatan Juli, dan Farid Zulfan (15), penduduk Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Ketiganya mengaku pelajar MTsN Bireuen. Mereka ditangkap warga saat mencuri besi di rumah Nazir, di Desa Cot Meurak Timu, tepatnya di belakang MIN Cot Meurak.

Keuchiek Desa Juli Cot Meurak Timu, Saiful Azman, kemarin mengatakan, ketiga pelajar itu diduga mencuri 15 batang besi ukuran 6 mm, dua batang besi ukuran 9 mm dan enam batang besi siku pagar dari rumah Nazir. Semua barang bukti itu diamankan oleh warga ke meunasah desa setempat. “Awalnya, tiga pelajar itu ditangkap oleh Suarno, penjaga MIN Cot Meurak, saat itu  mereka sedang mencuri besi di rumah Nazir, kemudian digiring ke meunasah dan ketiga anak ingusan itu pun diadili secara kilat tanpa kekerasan, dengan hukuman membersihkan tempat wudhuk dan WC meunasah,” ujar Saiful Azman.

Sementara itu, ketiga pelajar yang mencuri besi itu saat dimintai keterangan ketika diamankan di Meunasah Cot Meurak Timu kemarin mengatakan, mereka mengaku mencuri karena butuh uang. Pasalnya, uang jajan yang diberikan orang tuanya telah dihabiskan mereka untuk bermain internetan di warung internet. “Usai pulang sekolah tadi (kemarin-red) kami tidak ada uang lagi karena telah habis main internet, makanya kami terpaksa mencuri besi di rumah orang untuk kami jual kembali,” ujar Farid yang dibenarkan kedua rekannya.

Dimasuki maling
Sementra itu, warga Desa Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, mendadak heboh setelah seorang ibu rumah tangga meminta bantuan saat  mengetahui pintu bagian tengah rumah toko (Ruko), ditempatinya awalnya terbuka, sudah terkunci dari dalam, diduga masuk maling, Kamis (28/7) sekira pukul 10.00 WIB. Setelah warga menerobos masuk, kondisi dalam kamar tidur  sudah berantakan, sedangkan pelaku diduga masuk dari celah atas pintu belakang  berhasil meloloskan diri.

Keterangan diperoleh, di lokasi mengatakan, ruko dua tingkat berada di pinggir jalan desa setempat milik Yahya salah seorang agen sepeda motor, yang saat itu sedang ke Lhokseumawe. Sedangkan istrinya Nurbaiti (37) lagi berada seberang jalan, di depan rumah Mahdalena (40) tetangganya. “Pelaku sepertinya masuk dari celah di atas pintu belakang, saat warga berdatangan, kemungkinan dia sudah duluan kabur,” ujar Nurbaiti dan beberapa warga.(c38/yus)
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas