Jalan Situlen-Gelombang Rusak
Proyek pelebaran jalan Muara Situlen, Aceh Tenggara menuju Gelombang, Subulussalam yang belum rampung dikerjakan mulai kembali rusak
Anggota Komisi C DPRK Agara, M Yunir, Sabtu (20/8) menyatakan telah memeriksa langsung pelaksanaan di lapangan dan menilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Dia mencontohkan, tidak adanya test pith (kepadatan lapisan tanah dasar) di atas badan jalan itu yang tanahnya berlumpur yang seharusnya ada geo texstile (kedap air tanah).
Dalam pelebaran jalan, rekanan hanya menggali 30 cm pada sisi kiri dan kanan jalan, kemudian ditimbun dengan sirtu. Seharusnya, katanya, sirtu dilakukan secara berlapis antara 20-30 cm, kemudian pemadatan dengan compact. Yunir meminta pihak perencana dan pengawasan turun ke lokasi, sebelum rampung dikerjakan.
Dia juga heran dengan tidak adanya rambu-rambu proyek yang seharusnya dipasang di setiap titik pekerjaan untuk menghindari kecelakaan terhadap kendaraan yang lalu-lalang pada malam hari. “Saya akan terus memantau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan agar standar yang diharapkan tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, secara terpisah, pihak rekanan PT Era Wirasta melalui humasnya, Rahmad Hidayat ST, Sabtu (20/8) mengatakan, akan merehab jalan-jalan yang kembali rusak di kawasan itu. Misalnya jalan di Kampung Gayo yang mencapai tiga kilometer sudah mulai rusak sejak beberapa tahun lalu.
Rahmad yang jug anggota DPRK Agara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan dalam kontrak kerja, penggalian dilakukan sedalam 30 cm dan telah melakukan test pith, sehingga sesuai prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Dia menyatakan proyek pelebaran jalan itu akan rampung dikerjakan pada akhir tahun ini.(as)