SerambiIndonesia/
Home »

Sport

MotoGP

Honda: Stoner dkk Harus Ikut GP Jepang

Honda kembali memberikan pernyataan agar seluruh pebalapnya yang sedang terikat kontrak, tampil di GP Jepang pada 2 Oktober mendatang

SERAMBINEWS.COM - Honda kembali memberikan pernyataan agar seluruh pebalapnya yang sedang terikat kontrak, tampil di GP Jepang pada 2 Oktober mendatang. Imbauan itu termasuk untuk pemimpin klasemen sementara, Casey Stoner, yang sempat menyatakan niatnya untuk memboikot balapan di Sirkuit Motegi itu.

Sebenarnya, sikap Stoner sudah melunak setelah sempat menyatakan penolakannya untuk tampil di sana. Tetapi saat ini Stoner telah memberikan sinyal akan pergi ke Jepang, meskipun sejauh ini belum ada komitmen yang kuat.

Juara dunia 2007 ini termasuk sejumlah pebalap senior yang enggan ikut balapan di Motegi karena khawatir dengan radiasi nuklir, yang timbul akibat kerusakan reaktor nuklir di Fukushima lantaran bencana gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret lalu. Apalagi, jarak Fukushima dengan Motegi terbilang dekat, hanya sekitar 100 kilometer.

Akan tetapi, berdasarkan hasil penyeledikan Dorna, dengan menurunkan tim independen untuk melakukan investigasi, menyebutkan bahwa kondisinya sudah aman. Tim independen itu menyebutkan bahwa risiko radiasi bisa diabaikan. Inilah yang membuat Stoner dan beberapa pebalap yang sempat menolak pergi ke Jepang, mulai berubah pikiran.

Meskipun demikian, bos HRC Shuhei Nakamoto tampaknya belum yakin seluruh pebalapnya akan berangkat ke Jepang. Karena itu, dia memberikan penegasan lagi agar seluruh pebalap Honda yang sedang terikat kontrak, untuk ikut balapan tersebut, termasuk Stoner, serta rekannya dari Repsol Honda, Dani rekan satu tim Pedrosa dan Andrea Dovizioso, juga pebalap San Carlo Gresini Honda, Marco Simoncelli.

"Saya percaya semua pebalap Honda yang terikat kontrak akan datang ke Motegi," ujar Nakamoto, menjawab pertanyaan apakah semua pebalap Honda akan tampil di seri ke-15 itu.

Nakamoto telah mengadakan beberapa pertemuan dengan para pebalap dalam beberapa pekan terakhir. Kepada MCN dia menegaskan bahwa hukuman untuk pebalap yang tidak ikut balapan di Motegi itu sudah dibahas.

Meskipun demikian, Nakamoto membantah bahwa pihaknya sudah memutuskan tentang apa tindakan HRC terhadap empat pebalapnya itu jika mereka menolak menghormati kontraknya.

"Saya sudah menjelaskan apa hukumannya berdasarkan kontrak. Ada variasi hukuman, tapi saya tidak tahu apa hukuman akhirnya. Saya hanya menjelaskan kepada para pebalap. Salah satu skenario adalah membatalkan kontrak, tetapi Honda belum memutuskan tindakan apa pun."

Editor: mufti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help