Emas dan Baju Muslim Sumbang Inflasi
Rabu, 7 September 2011 09:34 WIB
Berita Terkait
- Aceh Tengah Raih WTP Kelima Kali
- Ini Alasan Pemerintah Tambah Utang
- Bank BRI Dibobol Rp30 Miliar
- Perbankan dan Isaska Menang
- Animo Warga Mengurus Pajak Kendaraan Meningkat
- Menangguk Untung dari Ulang Tahun Aceh Singkil
- BTN Segera Luncurkan KPR 25 Tahun
- BI Tarik Uang Logam Pecahan Keluaran Tahun 1970-1978
- Antisipasi Inflasi, BI Utamakan Operasi Moneter
- Dinas Minta Pemilik Reklame Bayar Pajak
BANDA ACEH - Emas perhiasan dan pakaian menjadi komoditas yang memberi sumbangan paling tinggi terhadap inflasi Aceh Agustus kemarin. Sebagaimana dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, harga barang dan jasa di provinsi ini mengalami kenaikan (inflasi) sebesar 1,88 persen.
“Banda Aceh inflasi 1,89 persen dan Lhokseumawe 1,88 persen. Secara agregat Aceh mengalami inflasi sebesar 1,99 persen,” demikian isi berita resmi statistik yang diterima Serambi, Selasa (6/9).
Khusus di Banda Aceh, diterangkan inflasi terjadi karena dipicu oleh naiknya harga pada kelompok sandang sebesar 6,42 persen. Dari empat sub kelompok, seluruhnya mengalami inflasi. Komoditas yang paling dominan adalah emas perhiasan, baju muslim, mukena, kemeja panjang katung, celana panjang jeans, dan blus.
Disamping sandang, inflasi juga dipicu oleh naiknya harga kelompok bahan makanan, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, dan beberapa kelompok lainnya.
“Dari 121 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga, 92 jenis menunjukkan adanya kenaikan dan 29 jenis mengalami penurunan harga,” tulis berita resmi statistik tersebut.(yos)
“Banda Aceh inflasi 1,89 persen dan Lhokseumawe 1,88 persen. Secara agregat Aceh mengalami inflasi sebesar 1,99 persen,” demikian isi berita resmi statistik yang diterima Serambi, Selasa (6/9).
Khusus di Banda Aceh, diterangkan inflasi terjadi karena dipicu oleh naiknya harga pada kelompok sandang sebesar 6,42 persen. Dari empat sub kelompok, seluruhnya mengalami inflasi. Komoditas yang paling dominan adalah emas perhiasan, baju muslim, mukena, kemeja panjang katung, celana panjang jeans, dan blus.
Disamping sandang, inflasi juga dipicu oleh naiknya harga kelompok bahan makanan, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, dan beberapa kelompok lainnya.
“Dari 121 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga, 92 jenis menunjukkan adanya kenaikan dan 29 jenis mengalami penurunan harga,” tulis berita resmi statistik tersebut.(yos)
Editor : bakri
