A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dua Pelaku Ditetapkan Sebagai Tersangka - Serambi Indonesia
Jumat, 21 November 2014
Serambi Indonesia

Dua Pelaku Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sabtu, 10 September 2011 03:56 WIB

SIGLI - Polres Pidie menetapkan  Tgk Ilyas Abubakar (40) Sabirin (35), keduanya warga Cot Nuran, Kecamatan Kemala, Pidie sebagai tersangka dalam kasus  pengeroyokan Tgk Saiful Bahri bin Ahmad Abu (41) yang sedang berkhutbah pada salat Jumat (9/9) di Mesjid Raya Keumala Kampung JiJiem, Kecamatan Keumala, Pidie. Akibat insiden itu, pelaksanaan salat Jumat sempat terhenti, namun dilanjutkan dengan menggantikan khatib lain yang hanya membacakan dua rukun alkhutbah.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi, melalui Kasat Reskrim, AKP Jatmiko, yang dikonfirmasi  Serambinews.com, mengatakan sebelumnya petugas kepolisian meminta keterangan dari enam saksi yang terkait pemukulan Tgk Saiful, masing  Tgk Ilyas Abubakar (40) anggota DPRK Pidie dari Partai Aceh,  M Amin (35) Gampong Ugadeng,  Nurdin (32) Gampong Nicah,  Zulkifli (28) Gampong Keumala dan Sabirin (35) warga Cot Nuran, Kecamatan Kemala, Pidie.

"Hasil pemeriksaan maka ditetapkan dua orang sebagai tersangka. yaitu Tgk Ilyas dan Sabirin. "Keduanya telah ditahan dengan melanggar pasal 351 dan 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengoroyokan," kata Kasat Jatmico seraya menambahkan, dari hasil visum medis, katanya, korban Tgk Saiful, mengalami luka berat dan harus mendapat empat jahitan di bagian pelipis kanan. Alis mata sebelah kanan Tgk Saiful  robek.

Berkait dugan insiden itu akibat isi khutbah korban yang menyinggung pihak pelaku, masih harus diselidiki. Namun menurut korban Tgk Saiful, selama berkhutbah tidak pernah  menyinggung organisasi manapun, termasuk KPA. "Kecuali, saya menyinggung masalah KPA. Ya, itu baru salah, tapi ini tidak," ujar Tgk Saiful dalam bahasa Aceh.

Tgk Saiful Bahri, asal Gampong Ara Bungkuk, Kecamatan Mila, Pidie, kepada Serambinews.com menceritakan kronologis kejadian tersebut. Ia diminta jadi khatib Jumat atas undangan Abu Muhammad Amin Pimpinan Pesantren Darul Qamariah Keude Keumala. Isi khutbahnya, antara lain  menyinggung hukuman Allah swt yang tidak berlaku di dunia tetapi akan berlaku di akhirat. Ia memberi contoh, hukum bunuh membunuh tidak berlaku di dunia namun  akan berlaku diakhirat. Kecuali manusia tersebut mau taubat nasuha serta meminta maaf kepada pihak keluarga yang terbunuh. Dan, pihak keluarga tersebut memaafkannya. Bagi pelaku akan dikenakan hukum kisas dengan membayar diyat (denda) seratus ekor unta.

Jangankan manusia yang dibunuh, papar Tgk Saiful, kambing yang memiliki tanduk saja yang menanduk kambing yang tidak bertanduk. Kemudian, ketika kambing yang tidak bertanduk akan mencari keadilan pada Tuhan. Dan, Tuhan akan memindahkan tanduk kambing itu kepada kambing yang tidak bertanduk. "Itu antara lain isi nasehat agama saya, dan nasehat tersebut saya sampaikan panjang lebar. Tidak menyinggung pihak tertentu," ujarnya

Baru lima menit menyampaikan khutbah, tambah korban, tiba-tiba seorang warga bangun sembari meminta ia turun dari mimbar. Lalu  bangun teman-temannya yang jumlah mereka delapan orang. Mereka langsung menuju mimbar memmukuli yang kemudian dilerai para jamaah Jumat. "Saya di bawa keluar mesjid oleh jamaah untuk menghindari amukan mereka. Pelaku oknum KPA," kata Tgk Saiful dengan meyakinkan yang kemudian ia melaporkan secara resmi ke Polres Pidie.

Sementara Ketua KPA Pidie, M Sufi alias Abusyiek, kepada wartawan, Jumat (9/9)  mengaku pemukulan tersebut murni dilakukan massa dan bukan anggota KPA  seperti dituduhkan. "Karena saat kejadian khatib tersebut menyampaikan misi politik, sehingga di atara jamaah meminta agar tidak menyinggung masalah politik. Tapi, tidak diindahkan oleh khatib,"  papar Abusyiek.

Bahkan, kata Abusyiek, setelah diminta turun khatib bersikukuh tidak mau turun dari mimbar. Akibatnya masa tidak sabar dan merasa geram dengan tingkah khatib dengan memaksakan turut dari mimbar dan insiden itu terjadi. "Perlu saya tegaskan kejadian itu tidak melibatkan KPA, dan murni dilakukan masa. Kejadian terjadi secara spontanitas," ujarnya.

Wakil MPU Pidie, Tgk Ramli SAg,mengaku belum mengetahui secara detail peristiwa  tersebut. Namun, aksi tersebut tidak dibenarkan baik secara agama dan hukum negara. Semua pihak harus bisa menahan diri tidak perlu melakukan tindakan seperti itu. "Seharusnya insiden tersebut tidak perlu terjadi. Apalagi kejadiannya di dalam mesjid," pinta Tgk Ramli kepada wartawan kemarin. (naz/c43)

Editor: ampuh
0 KOMENTAR
3367 articles 16 0
Avatar
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas