Jumat, 30 Januari 2015

Khatib Jumat Dikeroyok Jemaah

Sabtu, 10 September 2011 13:01 WIB

Khatib Jumat Dikeroyok Jemaah
Tgk Saiful Bahri

Kasus itu kini telah ditangani polisi.  Pemukulan warga Gampong Ara Bungkuk, Kecamatan Mila, Pidie itu diduga karena para pelaku tersinggung oleh isi khotbah Tgk Saiful yang, antara lain, menyinggung soal kisas (qhisas) atas pembunuhan bersengaja.

Pengeroyokan itu bukan saja menyebabkan khotbah terhenti beberapa menit, tapi juga mengakibatkan alis mata kanan Tgk Saiful robek terkena bogem. Meski terhenti sesaat, khotbah sebagai rukun shalat Jumat tetap dilanjutkan oleh khatib pengganti yang hanya membacakan dua rukun alkhutbah.

Selaku korban, Tgk Saiful Bahri mengungkapkan kepada Serambi bahwa kejadian itu berawal saat ia sedang menyampaikan nasihat agama melalui mimbar Jumat. Dia khotbah di masjid itu atas undangan Abu Muhammad Amin, Pimpinan Pesantren Darul Qamariah Keude Keumala.

Isi nasihat dalam khotbah itu, menurut Tgk Saiful, antara lain, jika hukuman Allah tidak diberlakukan umat manusia di dunia, maka akan tetap berlaku di akhirat. Misalnya, hukum syar’i terhadap bunuh-membunuh yang saat ini tidak berlaku di hampir seluruh dunia, tapi pasti akan berlaku di akhirat kelak. Kecuali manusia tersebut mau tobat nasuha serta meminta maaf kepada pihak keluarga yang terbunuh dan keluarga tersebut memaafkannya. “Maka bagi pelaku akan dikenakan hukum kisas dengan membayar diat (denda) seratus ekor unta.”

Jangankan manusia yang dibunuh, kata Tgk Saiful, kambing bertanduk pun yang menanduk kambing tidak bertanduk, maka ketika kambing tak bertanduk itu mencari keadilan, Tuhan akan memindahkan tanduk kambing itu kepada kambing yang tidak bertanduk.

“Itulah, antara lain, isi nasihat yang saya sampaikan secara panjang lebar. Jadi, tidak menyinggung organisasi mana pun, termasuk KPA. Lain halnya kalau saya menyinggung masalah KPA, itu baru salah, tapi ini kan tidak,” kata Tgk Saiful berbahasa Aceh.

Begitulah versi Tgk Saiful. Lalu, lima menit menjelang khotbah Jumat di mimbar itu selesai, tiba-tiba seorang jemaah bangun lalu meminta Saiful turun dari mimbar. Kemudian bangun pula beberapa temannya. “Total mereka delapan orang, langsung menuju mimbar, dan mengeroyok saya,” ungkap Tgk Saiful.

Halaman123
Editor: hasyim
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas