Khatib Jumat Dikeroyok Jemaah

Tgk Saiful Bahri bin Ahmad Abu (41) mengalami kejadian yang tak biasa, Jumat (9/9) kemarin

Khatib Jumat Dikeroyok Jemaah
Tgk Saiful Bahri

Kasus itu kini telah ditangani polisi.  Pemukulan warga Gampong Ara Bungkuk, Kecamatan Mila, Pidie itu diduga karena para pelaku tersinggung oleh isi khotbah Tgk Saiful yang, antara lain, menyinggung soal kisas (qhisas) atas pembunuhan bersengaja.

Pengeroyokan itu bukan saja menyebabkan khotbah terhenti beberapa menit, tapi juga mengakibatkan alis mata kanan Tgk Saiful robek terkena bogem. Meski terhenti sesaat, khotbah sebagai rukun shalat Jumat tetap dilanjutkan oleh khatib pengganti yang hanya membacakan dua rukun alkhutbah.

Selaku korban, Tgk Saiful Bahri mengungkapkan kepada Serambi bahwa kejadian itu berawal saat ia sedang menyampaikan nasihat agama melalui mimbar Jumat. Dia khotbah di masjid itu atas undangan Abu Muhammad Amin, Pimpinan Pesantren Darul Qamariah Keude Keumala.

Isi nasihat dalam khotbah itu, menurut Tgk Saiful, antara lain, jika hukuman Allah tidak diberlakukan umat manusia di dunia, maka akan tetap berlaku di akhirat. Misalnya, hukum syar’i terhadap bunuh-membunuh yang saat ini tidak berlaku di hampir seluruh dunia, tapi pasti akan berlaku di akhirat kelak. Kecuali manusia tersebut mau tobat nasuha serta meminta maaf kepada pihak keluarga yang terbunuh dan keluarga tersebut memaafkannya. “Maka bagi pelaku akan dikenakan hukum kisas dengan membayar diat (denda) seratus ekor unta.”

Jangankan manusia yang dibunuh, kata Tgk Saiful, kambing bertanduk pun yang menanduk kambing tidak bertanduk, maka ketika kambing tak bertanduk itu mencari keadilan, Tuhan akan memindahkan tanduk kambing itu kepada kambing yang tidak bertanduk.

“Itulah, antara lain, isi nasihat yang saya sampaikan secara panjang lebar. Jadi, tidak menyinggung organisasi mana pun, termasuk KPA. Lain halnya kalau saya menyinggung masalah KPA, itu baru salah, tapi ini kan tidak,” kata Tgk Saiful berbahasa Aceh.

Begitulah versi Tgk Saiful. Lalu, lima menit menjelang khotbah Jumat di mimbar itu selesai, tiba-tiba seorang jemaah bangun lalu meminta Saiful turun dari mimbar. Kemudian bangun pula beberapa temannya. “Total mereka delapan orang, langsung menuju mimbar, dan mengeroyok saya,” ungkap Tgk Saiful.

Dalam posisi sedang di mimbar, terang saja Tgk Saiful tak bisa melawan. tapi untunglah cepat dilerai oleh jemaah Jumat yang lain, sehingga pengeroyokan itu tak berlanjut. “Saya langsung dilarikan ke luar masjid oleh jemaah untuk menghindari amukan mereka. Pelaku saya kenal oknum-oknum KPA,” aku Tgk Saiful ketika ditanya siapa kira-kira pelaku yang menghajarnya.

Ia bersikeras kasus yang menimpanya itu agar tetap diproses secara hukum. “Saya telah melaporkan resmi kasus ini kepada polisi,” ujar Tgk Saiful. Kapolres Pidie, AKBP Dumadi, melalui Kasat Reskrim AKP Jatmiko, yang dihubungi Serambi kemarin mengatakan, saat ini polisi telah meminta keterangan Tgk Saiful selaku korban pengeroyokan saat khotbah di Mesjid Keumala. “Korban sudah divisum dokter. Terdapat empat jahitan di bagian pelipis kanannya,” jelas AKP Jatmiko.   

Selain itu, kata Jatmiko, polisi juga meminta keterangan dari enam saksi yang terkait dalam peristiwa itu. Mereka adalah Tgk Ilyas Abubakar (40), warga Gampong Jijiem, Kecamatan Keumala yang juga anggota DPRK Pidie dari Partai Aceh. Berikutnya M Amin (35), warga Gampong Ugadeng, Nurdin (32) dari Gampong Nicah, Zulkifli (28), warga Gampong Keumala, dan Sabirin (35), warga Cot Nuran, semuanya dari Kecamatan Keumala, Pidie.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help