SMPN 1 Langsa (1)
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Langsa merupakan salah satu gedung peninggalan Belanda
Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam cagar budaya nasional. Sementara itu sejak tahun 2008 SMPN 1 yang telah mencetak puluhan ribu alumninya, telah menerapkan proses belajar sebagian kelas sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), dan hingga kini memiliki 10 kelas system RSBI dengan rincian sebagai berikut. Untuk kelas I atau kelas VII sebanyak tiga ruang, kelas VIII tiga ruang, dan kelas IX dua ruang. Siswa yang lolos RSBI ini merupakan pilihan melalui berapa tahapan seleksinya.
Tahap awal panitia melakukan tes lisan dan tulisan, psikotes, uji baca Alquran, bahasa Inggris, dan melampirkan surat keterangan sehat dari dokter, dan administrasi. System belajar kelas RSBI semua siswa dilengkapi laptop dan juga menggunakan infokus audio visual. Selain itu,jadwal belajar mengajar satu hari penuh yang setiap harinya berakhir hingga pukul 17.45 WIB sore. Sedangkan untuk siswa paralel proses belajarnya berakhir sekitar pukul 13.45 WIB siang.
Kepala SMPN 1 Langsa, Syaiful Muchlis Mpd, kepada Serambi, Senin (5/9) mengatakan, sekolah nomor satu di Langsa tersebut saat ini menampung sedikiitnya 1.058 siswa dengan 27 ruang belajar, yaitu sebanyak 327 siswa di kelas VII, 364 siswa di kelas VIII, dan sekitar 367 siswa di kelas IX. Untuk dewan guru pengajar berjumlah 65 orang terdiri dari S1, D1,D2, D3, D4. Selain itu setiap tahunnya siswa yang hendak masuk ke sekolah ini tidak sedikit.
Sehingga pihak sekolah harus melakukan seleksi penerimaan dengan kualifikasi nilai UN siswa lulusan SD sederajat yang diluluskan sekitar 24,80. Pada tahun 2012 pihak sekolah ini menargetkan untuk penerimaan siswa kelas I berstatus kelas RSBI, dan dua tahun berikutnya SMPN 1 Langsa berstatus RSBI. “Peran dan dukungan pemerintah serta masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan SMPN 1 Langsa tersebut menuju status RSBI,”katanya.
Dia menambahkan, fasilitas pendukung belajar dan mengajar yang dimiliki sekolah tersebut diantaranya, Lab Bahasa, Lab Komputer, Pustaka, ruang multimedia, Lab IPA dan Fisika, studio Audio Visual, termasuk sarana tempat ibadah Mushala. Menurut Kepsek, pada tahun 1953 SMPN I Langsa ini dipimpin oleh Datok Temenggung, selanjutnya Abdurahman, Tambunan, yakob Hamzah, Maulana (seluruhnya telah almarhum) serta lainnya.
Kemudian dalam perjalannya sejumlah tokoh besar juga lahir dari sekolah tersebut diantaranya, Ibrahim Hasan (mantan Gubernur Aceh), HR Ramli (mantan Dirut Pertamina), Bustanul Arifin (mantan Menteri Bulog RI), Isman Syafi’i (mantan Menteri Perhubungan), Isdiyanto Syafi’i Jamal pejabat tinggi di Telkomsel, Syaifannur (Sekda Pemkab Aceh Timur), termasuk Wali Kota Langsa, Zulkifli Zainon, dan tokoh-tokoh besar lainnya.
Bangunan utama sekolah ini oleh Pemerintah telah ditetapkan menjadi gedung cagar budaya nasional, karena gedung SMPN 1 Langsa dibangun masa penjajahan Belanda. Hingga saat ini setiap turis warga Negara Belanda maupun negara lainnya berkunjung ke Kota Langsa, pasti mereka menyempatkan diri singgah untuk melihat gedung sekolah ini karena bangunan sekolah tersebut berciri khas bangunan di Belanda.(zubir)
alumni smp langsa
- Ibrahim Hasan (Mantan Menteri dan Gubernur Aceh)
- HR Ramli (mantan Dirut Pertamina)
- Bustanil Arifin (mantan Menteri Bulog)
- Isman Syafi.i (mantan Menteri Perhubungan)
- Isdiyanti Syafi’i Jamal (pejabat tinggi di PT Telkomsel)
- Zulkifli Zainon (Wali Kota Langsa)
- Syaifannur (Sekda Aceh Timur)