Rabu, 5 Agustus 2015
Home » Opini

Patahan Sumatera Pemicu Gempa

Senin, 12 September 2011 10:14

Patahan Sumatera Pemicu Gempa
Faizal Adriansyah

ISTILAH Patahan Sumatera mulai banyak dikenal semenjak sering terjadinya gempa daratan di pulau Sumatera. Patahan Sumatera pernah mengakibatkan gempa besar di pulau Sumatera seperti gempa Liwa tahun 1932, 1994, gempa Kerinci 1909, 1995 yang meninggalkan kerugian jiwa dan materi yang cukup besar.

Untuk wilayah Aceh sendiri sudah sering terjadi gempa akibat pergerakan Patahan Sumatera hanya saja kekuatannya tidak sebesar gempa di Liwa maupun Kerinci. Gempa yang agak besar barusan saja terjadi pada Selasa 6 September 2011 pukul 00.55 WIB, menurut BMKG gempa tersebut berkekuatan 6,7 skala richter yang berpusat di 59 kilometer timur laut Singkil Baru, Kabupaten Aceh Singkil pada koordinat 2.81 LU dan 97,85 BT.

Selain itu gempa akibat aktivitas Patahan Sumatera ini pernah pula menggoncang Aceh pada 28 Januari 2010, waktu itu gempa terjadi pukul 23.12 WIB kekuatan gempa 5,0 skala richter, pusat gempa 23 km barat laut Takengon pada koordiant 4,82 LU dan 96,78 BT (Serambi Indonesia, 30 Januari 2010).  

Setelah terjadi gempa darat di Aceh Tengah tersebut, penulis sempat mengingatkan bahwa ancaman gempa di Aceh tidak hanya dari gempa yang berpusat di laut, tetapi pusat-pusat gempa di darat perlu juga diwaspadai yaitu dari segmen Patahan Sumatera (Menata Tata Ruang Berbasis Bencana, Opini Serambi Indonesia, 6 Maret 2010).

Perlu diketahui, Patahan Sumatera memiliki beberapa segmen yang di Aceh sudah terdeteksi melalui informasi peta geologi yang telah dipetakan oleh Cameron dkk (peta tersebut dipublikasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi/P3G - Departemen Pertambangan dan Energi). Bukti keberadaan patahan ini semakin diperkuat dengan kenampakan dari interpretasi foto udara maupun citra satelit (remote sensing).

Untuk wilayah Aceh Patahan Semangko ini terbagi  dalam beberapa segmen yaitu Patahan Lokop-Kutacane, Patahan Blangkeujeren-Mamas, Patahan Kla-Alas, Patahan Reunget-Blangkeujeren, Patahan Anu-Batee, Patahan Samalanga-Sipopoh, Patahan Banda Aceh-Anu, Patahan Lamteuba-Baro.

Patahan tersebut menyimpan energi yang besar dan apabila suatu saat energi tersebut dilepaskan maka akan menimbulkan gempa bumi. Apabila pelepasan energi tersebut secara tiba-tiba sekaligus inilah yang sangat berbahaya karena akan menimbulkan gempa yang dahsyat, namun kalau energi tersebut dilepas berangsur sedikit demi sedikit maka gempa yang ditimbulkan tidak terlalu berbahaya, bahkan kadang tidak dirasakan oleh manusia kecuali hanya tercatat oleh alat seismograf.  

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas