• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Sebulan Aceh Ekspor 3,4 Juta Gagang Sapu

Senin, 12 September 2011 09:43 WIB
LHOKSUKON - Cina dan Vietnam makin berminat untuk membeli gagang sapu yang diproduksi di Aceh. Buktinya, dalam sebulan pengusaha Aceh setiap rata-rata mengekspor gagang sapu ke kedua negara itu mencapai 3,4 juta gagang sapu. Jumlah tersebut belum mampu memenuhi permintaan mereka, dimana saat ini Cina dan Vietnam meminta 5 juta gagang sapu per bulan. Namun, pengusaha Aceh belum mampu memenuhi permintaan tersebut.

“Ekspor gagang sapu ke Cina dan Vietnam sudah dimulai pengusaha Aceh sejak setahun lalu. Pengusaha asal Banda Aceh mengekspornya melalui Pelabuhan Malahayati. Sedangkan, pengusaha dari Aceh Utara dan Aceh Timur mengirimnya via Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara,” ujar Ketua Tim Percepatan Ekspor Melalui Pelabuhan Krueng Geukueh (TP3KG), Asril Ibrahim, kepada Serambi, Minggu (11/9).

Dirincikan, pengusaha Aceh Timur mampu menyediakan 475.000 gagang sapu per bulan, Aceh Utara 150.000 per bulan, Pidie satu juta gagang per bulan, dan Banda Aceh 1,8 juta gagang per bulan. “Harga jual ke Cina Rp 4.800 per batang. Sedangkan harga beli di Aceh Rp 1.280 per batang. Kayu untuk gagang sapu bisa di jenis apa saja, yang penting tak dibalut dengan plastik seperti yang ada di pasar selama ini,” ungkap Asril yang juga salah seorang eksportir gagang sapu tersebut.

Ditambahkan, Cina dan Vietnam siap menampung berapa pun jumlah gagang sapu dari Aceh. “Kalau Aceh Timur dan Aceh Utara bisa memenuhi permintaan pasar Cina dan Vietnam, kita bisa ekspor via Pelabuhan Krueng Geukueh. Karena, satu kapal sekitar 20 kontainer, sedangkan gagang sapu hanya tiga kontainer per bulan. Ini yang membuat kita terpaksa mengekspor via Belawan,” pungkas Asril.(c46)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas