Blokir Jalan Berlanjut
Aksi pemblokiran jalan Ranto Panyang-Tumpuk Ladang di lintas Meureubo-Kaway XVI di Aceh Barat yang dilakukan masyarakat empat desa
Pemblokiran jalan dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon di badan jalan, sehingga arus transportasi kendaraan roda empat dan enam lumpuh total. “Masyarakat baru akan membuka blokir setelah jalan daerah kami benar-benar dibangun dan kami tidak mau hanya menerima janji-janji saja,” ujar Mukim Ranto Panyang, Cahidin kepada Serambi, Selasa (13/9).
Menurutnya, jalan yang kini rusak parah sudah membawa mala petaka buat masyarakat akibat tidak pernah diperbaiki bertahun-tahun sejak pertama dibangun puluhan tahun lalu. Bahkan sebanyak dua warga menjadi korban meninggal terjatuh saat naik sepeda di Jalan Ranto Panyang-Tumpuk Ladang akibat terbentur ke badan jalan yang rusak. Karena itu, masyarakat sangat berharap bisa segera dibangun dalam tahun ini apalagi anggaran dikhabarkan sudah diplot dalam dana Otsus 2011.
Kata Cahidin, sejak dijanjikan akan dibangun dalam tahun 2011 ini masyarakat sangat gembira, akan tetapi ketika mendengar khabar ada persoalan sehingga pelaksanaan terus molor sehingga masyarakat kembali kecewa dan kesal. “Harapan penduduk dalam tahun ini bisa direalisasi sehingga tidak lagi jatuh korban akibat jalan rusak, apalagi selama ini jalan daerah kami kerap menjadi langganan banjir,” jelas Mukim Ranto Panyang.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK Aceh Barat, Ir Yusaini meminta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh tidak lagi menunda-nunda dan harus segera mengumumkan sesuai aturan yang berlaku. Sebab bila terus molor maka masyarakat yang menjadi korban yang selama ini daerah mereka sangat butuh pembangunan. “Harapan kita DPRK jangan masyarakat jangan jadi korban,” ujar Yusaini kepada Serambi, Selasa kemarin.
Ia mengatakan, aksi pemblokiran yang dilakukan adalah sebagai bentuk kekecewaan dan persoalan itu harus segera dituntaskan oleh Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat, sehingga proyek jalan di Meureubo dan sejumlah paket lain yang masuk dalam anggaran sebesar Rp 39,8 miliar jatah Aceh Barat bisa segera direalisasi sehingga tidak hanggus sebaba tahun anggaran hanya tersisa tiga bulan lagi.(riz)