A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pasang Foto Abuya Amran Wali, Baliho Akmal Ibrahim Dirobek - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Pasang Foto Abuya Amran Wali, Baliho Akmal Ibrahim Dirobek

Kamis, 15 September 2011 19:10 WIB
Pasang Foto Abuya Amran Wali, Baliho Akmal Ibrahim Dirobek
SERAMBI/TAUFIK ZAS
Santri sedang merobek baliho bergambar Abuya Syeikh Amran Waly
Laporan Taufik Zas,
Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE -  Sekelompok santri yang berasal dari Pondok Pensantren Darul Ihsan, Desa Pawoh, Labuhan Haji, Aceh Selatan, Rabu (14/9) sekira pukul 10.00 WIB merobek paksa baliho ukuran besar bergambar Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim yang disandingkan dengan Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidi yang terpajang di pinggir jalan di Gampong Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil (Jembatan Krueng Baru).

Thaifa Herizal, salah seorang warga Gampong Kayee Aceh yang saat itu berada di lokasi, kepada Serambi mengaku, kejadian itu terjadi dengan spontan dan tidak diketahui latar belakangnya apa. Sebab pada saat itu sekelompok santri langsung memontong foto Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidi yang disandingkan dengan Akmal Ibrahim SH dalam baliho tersebut.

Tkg Idris, salah seorang santri Pondok Pensantren Darul Ihsan, yang juga menantu Abuya Syech H Amran Waly ketika ditanyai Serambi membenarkan bahwa gambar Abuya Syech H Amran Waly yang terpajang dalam sebuah Baliho ukuran besar bersama Bupati Akmal Ibrahim itu dirobek oleh para santri. Menurutnya, tidak pantas foto seorang ulama dipajang di pinggir jalan.

Tgk Idris juga berharap kepada seluruh kandidat untuk tidak melibatkan ulama dalam kepentingan dan pencitraan politik, karena hal itu dinilai sangatlah tidak etis dan bertanggungjawab. "Terlebih lagi pemasangan gambar Abu tersebut tidak pernah diminta kepada yang bersangkutan, sehingga kejadian seperti ini jelas-jelas merugikan kami," papar Tgk Idris dengan nada kecewa.
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas