Kasus Senpi dan Pemerkosaan Anak Sendiri; Polisi Periksa Asal Senjata

Tim penyidik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Utara terus mendalami kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal

LHOKSUKON - Tim penyidik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Utara terus mendalami kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan pemerkosa anak kandung, Abdul Gani (60), warga Buket Selamat, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Pasalnya, sampai saat ini, masih diragukan asal-usul senpi jenis FN rakitan milik pria gaek tersebut.

Dalam pengakuannya, Abdul Gani menyebutkan, senjata itu diberikan oleh temannya PADA 2000 silam. “Kami terus himpun keterangan soal kepemilikan senjata api itu. Kami periksa asal senjata dan lain sebagainya. Namun, untuk sementara, kami selesaikan dulu pemeriksaan kasus Abdul Gani yang memerkosa anak kandungnya sendiri. Sedangkan kepemilikan senpi terus kami dalami,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Suwalto, kepada Prohaba, Sabtu (17/9).

Akibat perbuatannya, pria gaek tersebut dijerat alam dua kasus terpisah, yaitu kepemilikan senjata api dan pemerkosaan anak kandung. Hingga kemarin, tim penyidik kasus pemerkosaan terus bekerja. “Sedangkan tim lainnya terus mendalami kepemilikan senjata api itu,” pungkas Suwalto.

Seperti diberitakan, Abdul Gani ditangkap tim intel Polres Aceh Utara dengan kasus pemerkosaan terhadap anak kandungnya. Bersama pria gaek itu, juga ditemukan sepucuk senpi FN rakitan dan tiga butir amunisi aktif.(c46)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help