Bijak terhadap Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi informasi, dengan media sosial sebagai salah satu produk yang mendorong keterbukaan informasi dan kebebasan
SERAMBINEWS.COM, BANDUNG - Perkembangan teknologi
informasi, dengan media sosial sebagai salah satu produk yang mendorong
keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat, telah membawa pengaruh
besar bagi dinamika kehidupan masyarakat masa kini.
Akan tetapi,
perkembangan ini juga diikuti dengan dampak negatif yang perlu menjadi
perhatian dan mendorong perlunya regulasi yang dapat mengontrol para
pengguna.
Hal itu terungkap dalam konferensi internasional yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran bertema "Media Baru dan Peradaban Manusia", di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 28 September 2011.
Prof Jan van Dijk, dari Universitas Twente, Belanda, dalam
makalah berjudul "Network Properties and Democracy", mengatakan,
sekalipun dapat mempromosikan demokrasi, tetapi internet bukanlah sebuah
hal yang demokratis.
"Tergantung pada penggunanya," kata Jan van Dijk.
Profesor dari Universitas Malaya, Hasmah binti Zanuddin mengungkapkan,
berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, penggunaan internet
memberikan dampak negatif bagi remaja dan kaum miskin. Dampak itu,
katanya, berupa perilaku seksual dan kehamilan di usia remaja.
Menurutnya itu terjadi akibat kebebasan anak di bawah umur, untuk
mencari apa pun hanya dengan duduk di rumahnya dan mengakses informasi
melalui internet, termasuk informasi eksplisit mengenai pornografi.
Konferensi internasional ini juga diisi dengan plenary session dengan mempresentasikan 44 makalah dengan pembicara dari 25 universitas dari dalam dan luar negeri, diantaranya Twente University (Belanda), University of Florida (Amerika), University of Malaya (Malaysia), Universitas Padjadjaran (Bandung), MARA University of Technology (Malaysia), Universitas Kristen Satya Wacana (Salatiga), Universitas Pancasila (Jakarta), Uversitas Persada Indonesia-YAI (Jakarta), Universitas Islam Bandung, Universitas Al-Azhar (Jakarta), Kyambogo University (Uganda), Banglore University (India), Universitas Baturaja (Sumatera Selatan), University Sains (Malaysia), Universitas Budi Luhur (Jakarta), London Public School of PR (Jakarta), Dhirubhai Ambani Institute of Information and Communication Technology (India), Universitas Pembangunan Jaya (Jakarta), EFL University (India), Universitas Hasanudin (Makasar), Universitas Indonesia (Depok), Universitas Mulawarman (Samarinda), Politeknik Telkom (Bandung), Universitas Paramadina (Jakarta), Sekolah Tinggi Seni Indonesia (Bandung).