“TNI Gabung di Warkop, Kenapa Tidak”
Rabu, 5 Oktober 2011 10:58 WIB
Share |
051011foto.17_.jpg
Mayjen TNI Adi Mulyono
HARI ini, Rabu, 5 Oktober 2011, TNI genap berusia 66 tahun. Khusus di Aceh, TNI sudah banyak berperan, terutama dalam menyelamatkan daerah ini agar tetap damai dalam NKRI. Untuk tugas penyelamatan tersebut, TNI tak ada tawar menawar, bahkan terkadang dituntut keras. Inilah yang tak jarang memunculkan kesan negatif dari masyarakat. Namun, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Adi Mulyono yang diwawancarai wartawan Serambi, Mursal Ismail dan Suprijal Yusuf, di rumah dinasnya, kawasan Blangpadang, Banda Aceh, Jumat (21/9) sore mengaku memiliki kiat-kiat khusus agar TNI sukses mengemban tugas negara dan rakyat merasa nyaman. Wawancara yang didampingi Kapendam IM, Kolonel Arh Subagio Irianto tersebut diturunkan untuk laporan khusus edisi HUT ke-66 TNI.

Bagaimana kinerja TNI di Aceh?
Kinerja mereka luar biasa. Meski jumlah anggota terbatas, yaitu 14.700 personel, 1.992 di antaranya anggota babinsa di lapangan. Tapi kontribusi mereka memberi pelayanan keamanan kepada masyarakat Aceh yang tersebar di 6.380 gampong sudah melebihi target. Seluruh Aceh, masyarakat tak takut lagi keluar malam. Pendatang dari luar Aceh juga mulai banyak, termasuk para penjual sate padang, nasi uduk, dan lain-lain, terutama di kota-kota, seperti Banda Aceh.

Kiat memberi kenyamanan kepada warga?
Saya selalu mengimbau anggota dekat dengan masyarakat. Setiap mereka harus mampu membangun komunikasi sosial dengan baik, mulai dari gerak badan harus kelihatan bersahabat, misalnya memberi senyum. Lebih dari itu, anggota TNI juga mendekati warga dengan kegiatan bersama, seperti beternak lele, bebek, menanam jagung, menanam melon hingga mengusir hama tikus di sawah. Banyak lagi bakti sosial TNI untuk lebih dekat dengan masyarakat, mulai gotong royong, pengobatan massal, khitanan, dan mendonor darah, apalagi ada momen seperti HUT Kodam IM dan HUT TNI ini. Bahkan, jika ada waktu senggang, silakan TNI gabung dengan masyarakat di warung kopi (warkop). Jangan saling curiga lagi.

Bagaimana hasil pendekatan seperti itu?
Hubungan TNI dan warga semakin baik. Selama saya menjabat Pangdam IM, 27 Oktober 2010, masyarakat sudah mengembalikan senpi ilegal kepada TNI 191 pucuk, mulai dari jenis pistol, M-16 hingga AK. Selain itu, ratusan granat, puluhan ribu amunisi, dan tabung pelontar sisa konflik juga sudah dikembalikan.

Kami imbau sebelum pilkada nanti, agar sisa senjata ilegal dikembalikan kepada TNI/Polri, tak akan diproses hukum. Jelang pilkada, semua senpi ilegal dikumpulkan TNI/Polri untuk dimusnahkan. Jika masa pengembalian ini sudah berakhir dan aparat keamanan melakukan razia maka risiko terhadap pemegang senpi ditanggung sendiri.

Sikap TNI jelang pilkada?
TNI bersikap netral. Pasukan tetap disiapkan, apabila sewaktu-waktu diminta pihak kepolisian. Namun, kami berharap dalam pelaksanaan pilkada ini tak ribut-ribut. Siapa yang menang kita dukung bersama.

Ada pesan khusus kepada prajurit?
Semakin dekat dengan masyarakat. Jangan ada lagi anggota memukul atau berkelahi dengan rakyat. Kalau ada oknum TNI melanggar tetap kita proses hukum, termasuk enam oknum TNI yang terlibat sabung ayam baru-baru ini. Sedangkan personel jajaran Kodam IM yang sudah diberhentikan dengan tidak hormat karena melanggar, terhitung sejak November 2010 Oktober 2011 mencapai 36 orang, termasuk mereka yang beristri dua.(*)

Editor : bakri