• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Sertifikat Kursus bukan Syarat Utama Nikah

Jumat, 7 Oktober 2011 10:40 WIB
BANDA ACEH - Sertifikat pembekalan hidup berumah tangga bagi calon pengantin (catin) bukanlah suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pasangan yang hendak menikah di wilayah hukum Aceh. Petugas Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan akan tetap memberi pembekalan dan pemahaman kepada catin meski yang bersangkutan sudah membawa sertifikat lulus kursus.

Keterangan ini disampaikan Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Juniazi SAg kepada Serambi, Kamis (6/10). Ia meluruskan beberapa informasi yang disiarkan harian ini kemarin mengutip Ketua BP4 Provinsi Aceh, Drs HA Gani Isa SH MA bahwa tanpa sertifikat lulus pembekalan berumah tangga, maka calon pengantin tak boleh menikah.

Kesan yang ditangkap publik dari pernyataan itu, ulas Juniazi, seolah syarat untuk menikah begitu berat dan berbelit serta sertifikat harus dikeluarkan oleh Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Juniazi menerangkan bahwa BP4 bukan lembaga yang berada di bawah Kemenag, melainkan hanya satu di antara beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sudah mendapat akreditasi dari Kemenag untuk melaksanakan kursus bagi catin.  

Dalam berita kemarin itu diwartakan bahwa seluruh calon pengantin yang akan melangsungkan ijab kabul di provinsi ini, kini wajib memiliki sertifikat pembekalan berumah tangga yang dikeluarkan BP4. Lembaga ini sudah terbentuk di seluruh Aceh, sampai ke tingkat kecamatan. Apabila belum memiliki sertifikat tersebut, maka pihak kantor urusan agama kecamatan (Kuakec) tidak akan melangsungkan acara pernikahan setiap pasangan calon pengantin (catin). Ini karena, sertifikat yang dikeluarkan BP4 itu, merupakan salah satu syarat yang harus dilampirkan dan dipenuhi, sebelum pasangan calon pengantin menikah di wilayah hukum Aceh.

“Sertifikat daru BP4 bukan satu-satunya syarat untuk Catin. Ada atau tidaknya adanya sertifikat pejabat KUA akan tetap membekali catin,” ujar Juniazi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Serambi kemarin, Juniazi tidak membantah informasi yang berkembang bahwa meningkatnya angka perceraian di Aceh belakangan ini akibat kurangnya pemahaman nilai agama di kalangan catin.

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama Nomor DJ.II/491 Tahun 2009, kata Juniazi, disebutkan bahwa kursus catin adalah pemberian bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam waktu singkat kepada catin tentang kehidupan rumah tangga/keluarga.

“Sertifikat kursus calon pengantin dikeluarkan oleh badan atau lembaga penyelenggara kursus catin setelah diregister oleh Kemenag,” katanya.  Menurut Juniazi, pembekalan atau pemahaman yang diberikan setiap KUA untuk catin bukan hanya bagi pasangan baru, tetapi juga bagi janda atau duda yang ingin nikah lagi. Mereka pun harus dibekali tentang arti penting perkawinan,” ujar Juniazi. (swa)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: side/topik_populer.php

    Line Number: 11

TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help

A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Atas