Saat Bandara SIM Sambut 'Queen of the Skies'

EMBUN masih bergayut di dedaunan saat jumbo jet Boeing 747-400 mendarat mulus di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang

Saat Bandara SIM Sambut 'Queen of the Skies' - 101011foto.18_.jpg
Pesawat jumbo jet B747-400 mendarat perdana di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, Minggu (9/10). SERAMBI/M ANSHAR
Saat Bandara SIM Sambut 'Queen of the Skies' - 101011foto.16_.jpg
Warga melihat pesawat Boeing 744-400 yang mengangkut jamaah calon haji (JCH) kloter 8A Embarkasi Banda Aceh yang sedang take off di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, Minggu (9/10/2011).SERAMBI/M ANSHAR
Saat Bandara SIM Sambut 'Queen of the Skies' - 101011foto.17_.jpg
Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman Ismail mempeusijuek Kapten Pilot Boeing 747-400 Yose Carmona (kanan) bersama Co Pilot Raul Borregon.SERAMBI/M ANSHAR
Saat Bandara SIM Sambut 'Queen of the Skies' - 101011foto.14_.jpg
Pesawat Boeing 747-400 mendarat perdana di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, Minggu (9/10).
Saat Bandara SIM Sambut 'Queen of the Skies' - 101011foto.19_.jpg
Para pramugari haji ikut menyaksikan prosesi peusijuek. SERAMBI/M ANSHAR
EMBUN masih bergayut di dedaunan saat jumbo jet Boeing 747-400 mendarat mulus di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu pagi, 9 Oktober 2011. Kedatangan pesawat yang sering dijuluki Queen of the Skies (ratu langit) itu disambut haru oleh pengelola bandara, bahkan di antara mereka terlihat ada yang mengucurkan air mata.

Kagum dan bangga juga memancar dari ratusan pasang mata warga, termasuk keluarga jamaah calon haji (JCH) yang menatap kedatangan burung besi raksasa itu dari ruang-ruang terbuka di luar area utama bandara.

Memang, ada nuansa yang agak beda di Bandara SIM pada Minggu pagi kemarin. Sejak lepas subuh, pengelola bandara (PT Angkasa Pura II) bersama keluarga besarnya terlihat sibuk melakukan proses finishing untuk sebuah seremonial penyambutan pendaratan perdana Boeing 747-400 di bandara kebanggaan masyarakat Aceh tersebut. Persiapan juga termasuk penyediaan perangkat adat peusijuek (tepung tawar) sebagai lambang kesuksesan dan harapan untuk menuai keberkahan Ilahi.

Prosesi seremonial semakin terasa manakala sejumlah pejabat daerah ini, di antaranya Sekda Aceh Teuku Setia Budi bersama jajarannya, Unsur Muspida Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh serta Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Badruzzaman Ismail SH MHum ikut bergabung bersama keluarga besar Bandara SIM. Mereka berkumpul membentuk formasi penyambutan tamu di area appron bandara.

Di keremangan pagi itu, tiba-tiba terdengar gemuruh di langit utara bandara. Semua mata spontan tertuju ke sumber suara yang tak lain adalah sosok pesawat Boeing 747-400 yang sedang mengarah turun untuk landing di Bandara SIM. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 06.55 WIB, roda pesawat menyentuh mulus ujung runway 17. Tanpa hambatan ‘sang putri langit’ meluncur ke selatan (runway 35), berbelok ke taxi way dan parkir sempurna di appron. Tepuk tangan diiringi rasa syukur mewarnai detik-detik mendebarkan itu.

Keberhasilan penerbangan perdana pesawat B747-400 ke Bandara SIM dalam rangka memenuhi angkutan JCH Aceh 2011 (kloter tambahan) memiliki arti tersendiri bagi daerah ini. Ini juga tidak lepas dari perjuangan Pemerintah Aceh bersama seluruh masyarakatnya yang berharap agar semua JCH Aceh bisa diberangkatkan/dipulangkan via Bandara SIM.

Bagi pihak pengelola Bandara SIM, keberhasilan itu juga sebagai bentuk pengakuan bahwa bandara tersebut memang layak didarati pesawat sejenis B747-400 karena semua persyaratan pendukungnya sudah terpenuhi.

“Selama ini ada kesan kita dikucilkan. Kami berusaha dengan sekuat tenaga untuk memenuhi berbagai ketentuan yang dipersyaratkan. Alhamdulillah, akhirnya kita membuktikan mampu dan insya Allah kita sudah memiliki persyaratan menuju bandara world class,” ujar seorang staf PT Angkasa Pura II yang mengelola Bandara SIM. “Peran aktif dan bantuan masyarakat untuk ikut menjaga bandara ini sangat diharapkan agar kepercayaan yang telah kita dapat dari regulator bisa terus dipertahankan,” lanjut staf tersebut.

Peusijuek awak pesawat
Sebagai refleksi rasa syukur, seluruh awak pesawat B747-400, mulai pilotnya Capten Jose Carmona bersama dua co-pilot masing-masing Raul Borregon dan Xavier Verses dan pramugari turun dari pesawat dan disambut secara adat disertai prosesi peusijuek oleh Ketua MAA, Badruzzaman Ismail. Pilot dan co-pilot juga menerima pengalungan bunga dari Sekda Aceh, Teuku Setia Budi dan sempat pula mencicipi ketan kuning.

Sekda Aceh mengatakan, ini menjadi catatan sejarah bagi Aceh, di mana untuk pertama kalinya Embarkasi Bandara SIM bisa memberangkatkan dua kloter sekaligus, yaitu kloter 8 dengan Air Bus 767-300 dengan daya tampung 325 orang serta B747-400 yang membawa JCH Kloter 8A berkapasitas 455 orang.

Begitulah. Setelah semua prosesi penyambutan selesai, seluruh JCH Aceh kloter 8A masuk ke B747-400. Selanjutnya, pukul 08.40 WIB, sang putri langit take off sempurna dari Bandara SIM, meninggalkan gemuruh, membelah angkasa, membawa para tamu Allah ke Tanah Suci. Lambaian tangan dan iringan doa menyempurnakan torehan sejarah dari sebuah bandara bernama Sultan Iskandar Muda.(nasir nurdin/misran asri)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help