Rabu, 10 Juni 2026

Akan Tingkatkan Kualitas

Meski secara administrasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 57 berada dalam wilayah Kota Banda Aceh, namun sesungguhnya sekolah

Tayang:
Editor: bakri
Meski secara administrasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 57 berada  dalam wilayah Kota Banda Aceh, namun sesungguhnya sekolah yang terletak di Jln Lingkar Kampus Sektor Timur Universitas Syiah Kuala, Darussalam, ini pelajarnya  lebih dari  80 persen warga  Aceh Besar.

Kepala SD Negeri 57 Banda Aceh, Drs Abdullah AR kepada Serambi secara terus terang mengaku sulit untuk meningkatkan prestasi sekolah tersebut, hanya  karena letak sekolah yang persis berada di perbatasan Banda Aceh - Aceh Besar.

“Tidak hanya karena letaknya di pinggiran kota, tapi sekolah ini juga tercatat sebagai salah satu sekolah inklusi, yang lebih 30 persen dari 105 siswanya tercatat sebagai anak berkebutuhan layanan khusus,” katanya.

“Namun, meski terasa sulit, tapi dengan dukungan dewan guru dan wali murid, kita terus melakukan berbagai terobosan. Anak-anak kita coba bangkitkan semangatnya. Kalau siswa sekolah lain bisa, kenapa kita tidak,” kata Abdullah AR dalam memotivasi dewan guru pada  setiap kesempatan.

Karena itu, sejak ditugaskan menjadi Kepala SD Negeri 57 tahun 2010 lalu, Abdullah AR  bertugas memotivasi guru dan sekaligus para murid. “Hasil kerja keras, antara lain,  Fitriyati SPd.SD, guru kelas SD tersebut langsung merebut juara pertama lomba guru berprestasi tingkat Kota Banda Aceh tahun 2010,” katanya.

Sedangkan prestasi murid memang belum ada yang menggembirakan, terutama kalau dilihat dari perolehan juara berbagai event resmi,  seperti olimpiade sains, olimpiade olahraga, dan lainnya. “Selama ini, prestasi yang dicapai siswa SDN 57 Banda Aceh baru sebatas juara ektra-kurikuler, seperti lomba berpidato,” katanya.

Di samping itu, para siswa juga sudah mencatat beberapa prestasi. Di antaranya, juara pertama lomba pramuka tingkat Kota Banda Aceh dan juara II cerdas cermat tingkat Gugus I Kecamatan Syiah Kuala.

Dikatakan, sebagai salah satu sekolah inklusi, SD Negeri 57 Banda Aceh saat ini memiliki sekitar 25 siswa berkebutuhan khusus, empat orang di antaranya, bahkan tercatat dalam kondisi berat, satu  tunawicara, satu tuna rungu, dan dua orang tuna grahita.

Meski tidak memiliki guru yang khusus seperti di SD Luar Biasa (SDLB), namun pembelajaran untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut tetap jalan. “Kita berdayakan semua potensi yang dimiliki guru untuk kemajuan peserta didik di sekolah ini,” katanya.

Kecuali itu, kata Abdullah, selama kepemimpinannya, SD Negeri 57 terus dibenahi, terutama kebersihan lingkungan sekitar, pengadaan tambahan buku pelajaran, termasuk lemari sekolah.

Secara umum fasilitas yang dimiliki SDN 57 memang masih sangat kurang. “Kecuali perpustakaan yang telah memiliki 4.000 eksemplar buku, laboratorim IPA dan lainnya hingga saat ini belum dimiliki sekolah ini,” kata Abdullah AR yang sempat beberapa tahun menjadi tenaga dosen di Universitas Muhammadiyah Aceh.(sir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved