Rabu, 10 Juni 2026

Sulitnya Meraih Prestasi

Mengabdi di sekolah kecil, ternyata sulit untuk berkiprah hingga bisa menjadi guru berprestasi tingkat nasional

Tayang:
Editor: bakri
Mengabdi di sekolah kecil, ternyata sulit untuk berkiprah hingga bisa menjadi guru berprestasi tingkat nasional. Ini dirasakan Fitriyati SPd, guru SD Negeri 57 Banda Aceh, ketika mengikuti lomba guru berprestasi tingkat Provinsi Aceh tahun 2010 lalu.

Sebagai juara pertama lomba guru berprestasi tingkat Sekolah Dasar Se-Kota Banda Aceh, Fitriyati semula memiliki ambisi yang begitu besar untuk  merebut predikat yang sama di tingkat provinsi. Namun, alumni PGSD Universitas Terbuka (UT) tahun 2010 itu mengaku terpaksa harus pasrah dengan hasil yang sangat mengecewakan ketika namanya tidak masuk nomimasi.

Menurut dia, kegagalan guru di sekolah kecil untuk bisa merebut juara di tingkat provinsi itu bukan karena kesalahan atau permainan dewan juri, melainkan karena kompetensi sekolah tempat dirinya mengabdi yang kurang. “Salah satunya adalah pengalaman membimbing dan membawa anak-anak dalam mengikuti berbagai lomba, kejuaraan atau event-event besar di tingkat provinsi atau nasional,” katanya.

“Kalau di sekolah kecil, apalagi sekolah dengan program inklusi seperti SD Negeri 57 ini, pastilah sulit anak-anak berkiprah ke lomba di tingkat nasional, “ kata ibu dua anak tersebut.

Fitriyati memulai kariernya sebagai tenaga pendidik pertama sekali dengan menjadi guru di SD Negeri Ujung Raja Samalanga (1999-2003). Setelah empat tahun di sana, anak kelima dari tujuh bersaudara   itu  berhijrah ke SD Negeri 57 Banda Aceh.(sir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved