A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Mogok Dokter Berlanjut - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Serambi Indonesia

Mogok Dokter Berlanjut

Rabu, 12 Oktober 2011 09:47 WIB
LHOKSEUMAWE - Mogok kerja yang dilakukan semua dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) Lhokseumawe yang berjumlah tiga orang hingga Selasa (11/10) masih berlanjut.

Dokter yang mogok sejak Senin (10/10) karena menilai selama ini pembagian dana jasa pelayanan Jamkesmas dan JKA di rumah sakit itu tak transparan adalah dr M Tambah SpB, dr Mufrizal SpB, dan dr Syafruddin SpB.

Informasi yang dihimpun Serambi dari petugas medis di rumah sakit setempat, jika mengacu pada jadwal, dr Tambah hari ini (kemarin-red) bertugas di ruang poli bedah dan ruang bedah tempat rawat inap pasien. Sedangkan dr Mufrizal bertugas di ruang operasi. Namun, hingga pukul 12.00 WIB kemarin, kedua dokter spesialis itu tidak masuk. Sehingga pasien harus ditangani dokter umum.

Amatan Serambi, di ruang poli bedah yang yang masuk adalah dr Miftahuddin. Sedangkan di ruang poli bedah hingga pukul 11.30 Wib belum ada dokter pengganti. “Dokternya belum masuk. Biasanya kalau cepat selesai di ruang poli bedah langsung masuk,” kata seorang petugas medis.

Sementara dr M Tambah menyatakan ia dan dua dokter sepesiali bedah lain akan terus mogok sampai tuntutan mereka ditanggapi pihak rumah sakit. “Kami minta bupati dan dewan segera menyelesaikan masalah ini,” kata M Tambah seraya menyatakan dirinya sebelumnya juga sudah menyarankan kepada direktur rumah sakit segera mengadakan rapat guna membahas itu, naun belum ada respons.

“Agar masalah itu tidak berlangsung lama, bupati dan DPRK harus segera mencari solusi. Karena, yang rugi adalah masyarakat. Kita juga minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengambil tindakan tegas terhadap dokter yang mogok itu,” harap Ketua Lembaga Advokasi Buruh nelayan Aceh (LABNA) Aceh Utara, Hasanuddin menanngapi masalah itu.(c37)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
15191 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas