A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dinkes Bireuen Luncurkan Paket Layanan Ibu Hamil - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Serambi Indonesia

Dinkes Bireuen Luncurkan Paket Layanan Ibu Hamil

Jumat, 14 Oktober 2011 09:40 WIB
BIREUEN - Dinkes Bireuen bersama seluruh Puskesmas setempat, Kamis (13/10) meluncurkan program paket pelayanan ibu hamil diberi nama  Pelayanan Obsterti Maternal dan Prinatal (POMA). Paket itu berisi pelayanan ibu hamil melalui perjanjian pelayanan antara bidan desa dan ibu hamil di aula dinas setempat. Pertemuan dibuka Asisten II Setdakab Bireuen, Zulkifly.

Lahirnya program tersebut, kata Kadiskes Bireuen dr Amir Addani untuk meningkatkan pelayanan dan keterikatan yang kuat antara bidan desa dan ibu hamil di tempat bidan bertugas. “Selain itu juga untuk mengantipasi dan mengurangi angka kematian bayi, balita dan ibu hamil yang masih tinggi di Bireuen,” ujarnya.

Penguatan paket POMA sesuai SK Bupati Bireuen No 14 Tahun 2011 dan akan dilaksananan ke seluruh Puskesmas. Intinya, kata Amir, seorang bidan desa di tempat tugasnya harus mengetahui keadaan penduduk setempat, jumlah ibu hamil, jumlah balita, data kesehatan lain serta berkewajiban mendatangi dan memberikan pelayanan kepada ibu hamil.

Sementara ibu hamil, tambahnya, dalam paket POMA memiliki kewajiban mengikat untuk memeriksa secara rutin ke bidan desa dan melahirkan di bidan desa. “Kecuali kasus tertentu yang mungharuskan ibu hamil melahirkan di tempat lain dan bukan pada bidan desa di tempat tinggalnya,” kata Amir Addani.(yus)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
17781 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas