Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

KIP Pidie Konsultasi ke KPU Pusat

Rabu, 26 Oktober 2011 10:39 WIB

* Terkait Kisruh Tahapan Pilkada

SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie, Rabu (26/10) hari ini, akan bertemu pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, guna bekonsultasi tentang kisruh pelaksanaan tahapan pilkada di wilayah tersebut.

“KIP akan melakukan konsultasi dengan KPU di Jakarta. Yang pasti KIP sebagai penyelenggara tetap berpegang pada mekanisme hukum berlaku tidak mau bertindak sendiri,” ujar Ketua KIP Pidie, Junaidi Ahmad SAg ditemui Serambi, Selasa (25/10).

Rombongan KIP Pidie berangkat ke Jakarta adalah ketua KIP Pidie dan empat anggotanya yakni M Diah Ibrahim SH, T Samsul Bahri, Ridwan dan Mulyadi. Dijadwalkan pada Rabu (26/10) sudah berada di Jakarta dan langsung menuju ke kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Menurut Junaidi, agenda pokok persoalan akan disampaikan adalah pertama tentang realisasi tahapan pilkada yang sudah berlangsung di Pidie. Kedua kondisi ril yang terjadi, dan ketiga persoalan anggaran. “Kita akan minta langkah-langkah dan solusi ke depan akan kita lakukan untuk melanjutkan realiasasi pemilukada ini,” terang Junaidi yang akrab disapa Ustaz ini.

Di sisi lain, ia memberitahukan pertemuan juga didampingi oleh Ketua KIP Provinsi Aceh, Salam Poroh yang kebetulan masih berada di Jakarta. “Kita sudah melakukan langkah sebelumnya melaporkan ke KIP provinsi dan kelanjutannya berkoodinasi dengan KPU di Jakarta,” sebutnya.

Ketua KIP Pidie membantah tudingan adanya tekanan baik secara langsung atau melalui handphone. “Kita tetap taat azas sebagai penyelenggara kendati kondisi mendesak. Kita berserah diri kepada Allah SWT, saya tidak membantah dan juga tidak membenarkan segala bentuk tekanan. Itu adalah bahagian dari perjalanan dan ujian,” tutur Junaidi Ahmad.

Seperti diberitakan, selain menghadapi persoalan tidak cairnya anggaran untuk pelaksanaan tahapan pilkada, pada Kamis (20/10), KIP Pidie juga menghadapi desakan penghentian tahapan pilkada, dari massa ribuan massa yang dikoordinir Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA) Pidie. Tuntutan massa ini kemudian disepakati secara tertulis oleh DPRK, Pemkab, dan KIP Pidie.(aya)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas