Perumahan Kepung Situs Kerajaan Haru

Siapapun dengan mudah bisa menemukan pecahan tembikar, gerabah, dan keramik yang berserak di tanah akibat penggalihan perumahan.

SERAMBINEWS.COM, DELI SERDANG - Pembangunan perumahan sederhana di kawasan Situs Kerajaan Haru di Desa Deli Tua Kuta, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara masih terus berlangsung. Pembangunan rumah telah mengepung keberadaan situs bahkan mendekati kawasan benteng Putri Hijau sekitar 20 meter dari dinding benteng.


Ratusan rumah permanen, Kamis (27/10/2011) tampak sudah berdiri di lokasi situs. Banyak rumah bahkan sudah dihuni. Sebuah spanduk bertuliskan Mutiara Deli Estate tampak terpampang sebelum pintu masuk ke lokasi situs. Jalan baru yang membelah benteng menuju sumber air Pancur Gading juga sudah terbentuk.


Benteng yang merupakan gundukan tanah setinggi sekitar tiga meter juga masih ditanami warga dengan berbagai tanaman produktif seperti pisang dan coklat. Para peneliti meyakini benteng itu adalah pert ahanan Kerajaan Haru dengan Putri Hijau sebagai penguasa terakhirnya.


Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) Yosep Adi Prasetyo yang datang ke lokasi atas laporan dua peneliti Situs Kerajaan Haru dari Bogor dan Inggris, Kamis (27/10) m enyatakan situasi ini sungguh ironis. Pembangunan rumah sederhana justru mengancam keberadaan situs tua abad 15 yang merupakan bukti kejayaan kebudayaan Melayu, dan Karo.


Yosep mengatakan Komnas HAM melihat ada pelanggaran dalam hal perlindungan budaya dan sejarah yang terjadi karena pembiaran yang dilakukan pemerintah. Kami akan mendorong pemerintah segera melakukan pembebasan tanah dan mendirikan museum tentang Kerajaan Haru di lokasi ini, tutur Yosep.


Halaman
123
Editor: Boyozamy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved