Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

Benci Bank Dunia, Presiden Ekuador Tinggalkan Arena Sidang

Minggu, 30 Oktober 2011 18:00 WIB

Benci Bank Dunia, Presiden Ekuador Tinggalkan Arena Sidang
Presiden Ekuador Rafael Correa
SERAMBINEWS.COM, ASUNCION - Presiden Ekuador yang berhaluan kiri bergegas meninggalkan arena sidang KTT Para Pemimpin Amerika Latin, Spanyol dan Portugal, Sabtu waktu setempat atau Minggu WIB, setelah menuntut pimpinan Bank Dunia meminta maaf.


Para pemimpin negara-negara berbahasa Spanyol dan Portugis berkumpul selama dua hari di Asuncion, Paraguay, untuk membincangkan cara bagaimana mengendalikan dampak perlambatan ekonomi dunia.


Presiden Rafael Correa terlihat murka selama mengikuti presentasi Pamela Cox, pejabat senior Bank Dunia untuk Amerika Latin dan Karibia.


Dalam forum itu, Correa menyela presentasi Cox dengan dampratan kata, "Mengapa saya harus mendengarkan kuliah dari Wakil Presiden Bank Dunia yang secara terbuka memeras negara saya?"


Correa mengingat insiden 2007 yaitu tahun di mana dia naik berkuasa dan mengusir perwakilan Bank Dunia di Ekuador setelah lembaga supervisi keuangan dunia itu menangguhkan pencairan pinjaman senilai 100 juta dolar AS untuk Ekuador.


Langkah Bank Dunia itu berbalikan dengan reformasi bagi dana untuk pembayaran utang luar negeri, kata Correa.   Pinjaman itu disetujui pada 2005 manakala dia masih menjadi menteri keuangan Ekuador.


"Perempuan itu (Cox) bilang pada saya: 'Kami tak akan memberi Anda kredit karena kebijakan telah berubah," kata Correa seraya menyatakan dia tidak mengerti mengapa dia harus mendengarkan birokrat Bank Dunia itu. 


"Cox setidaknya harus mulai meminta maaf atas kerusakan yang dibuat di Amerika Latin dan negara-negara lain di dunia," kata Correa seperti dikutip AFP.


Presiden Ekuador ini kemudian keluar dari ruang konferensi. Tuan rumah konferensi, Presiden Paraguay Fernando Lugo, berusaha mengatasi insiden itu.  "KTT Amerika Latin (KKT Ibero-American) ini adalah forum terbuka, siapapun dan ide apapun akan didengar," katanya.


Cox diam seribu bahasa selama interupsi Correa dan saat berbicara dia tidak menyinggung sedikit pun Presiden Ekuador itu.


Pemimpin Ekuadot keluar ruangan, di luar konteks, kata Juru Bicara Bank Dunia Sergio Jellinek.  "Serangan Correa adalah bersifat pribadi dan kami sangat menyesali itu," katanya lagi.


Correa kemudian bergabung lagi di forum, dan presentasinya kembali menghujat Cox yang adalah warga negara AS  dan juga Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang berbasis di Paris yang juga mengirimkan wakilnya ke KTT itu.


Sembilan pemimpin, termasuk Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero menghadiri KTT itu, sementara yang absen adalah presiden Brazil dan Argentina, Presiden Venezuela Hugo Chavez dan sejumlah presiden dari Amerika Tengah
Editor: mufti
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas