Sabtu, 25 April 2015

Benci Bank Dunia, Presiden Ekuador Tinggalkan Arena Sidang

Minggu, 30 Oktober 2011 18:00

Benci Bank Dunia, Presiden Ekuador Tinggalkan Arena Sidang
Presiden Ekuador Rafael Correa


Para pemimpin negara-negara berbahasa Spanyol dan Portugis berkumpul selama dua hari di Asuncion, Paraguay, untuk membincangkan cara bagaimana mengendalikan dampak perlambatan ekonomi dunia.


Presiden Rafael Correa terlihat murka selama mengikuti presentasi Pamela Cox, pejabat senior Bank Dunia untuk Amerika Latin dan Karibia.


Dalam forum itu, Correa menyela presentasi Cox dengan dampratan kata, "Mengapa saya harus mendengarkan kuliah dari Wakil Presiden Bank Dunia yang secara terbuka memeras negara saya?"


Correa mengingat insiden 2007 yaitu tahun di mana dia naik berkuasa dan mengusir perwakilan Bank Dunia di Ekuador setelah lembaga supervisi keuangan dunia itu menangguhkan pencairan pinjaman senilai 100 juta dolar AS untuk Ekuador.


Langkah Bank Dunia itu berbalikan dengan reformasi bagi dana untuk pembayaran utang luar negeri, kata Correa.   Pinjaman itu disetujui pada 2005 manakala dia masih menjadi menteri keuangan Ekuador.


"Perempuan itu (Cox) bilang pada saya: 'Kami tak akan memberi Anda kredit karena kebijakan telah berubah," kata Correa seraya menyatakan dia tidak mengerti mengapa dia harus mendengarkan birokrat Bank Dunia itu. 


"Cox setidaknya harus mulai meminta maaf atas kerusakan yang dibuat di Amerika Latin dan negara-negara lain di dunia," kata Correa seperti dikutip AFP.

Halaman12
Editor: mufti
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas