Rabu, 27 Mei 2026

Madrasah Aliyah Muhammadiyah Gunung Meriah

Mendidik Siswa dengan Imtaq

PORSI pelajaran agama Islam di Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah, Gunung Meriah, Aceh Singkil, lebih besar dibandingkan sekolah umum lainnya

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Mendidik Siswa dengan Imtaq
Pintu gerbang perguruan Muhammadiyah, Gunung Meriah, Aceh Singkil. SERAMBI/DEDE ROSADI
PORSI pelajaran agama Islam di Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah, Gunung Meriah, Aceh Singkil, lebih besar dibandingkan sekolah umum lainnya. Agar setiap lulusan sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Perguruan Muhammadiyah tersebut, memiliki pemahaman agama mendalam. Selanjutnya menjadi benteng bagi siswa yang berada pada masa purber dari pengaruh tidak baik.

Di dalam kelas setidaknya siswa diasupi pendidikan agama Islam selama 12 jam per minggu. Usai sekolah anak didik diwajibkan mengikuti ekstrakulikuler (Eskul) kajian berbagai macam ilmu agama Islam.

“Setiap usai shalat Zuhur, siswa secara bergantian menyampaikan kultum. Jadwal dan temanya diatur sendiri oleh anak-anak, guru hanya mengarahkan saja. Kami berprinsip setiap lulusan harus memiliki iman dan taqwa (Imtaq) yang kuat,” kata Rafi’atul’aliah Mag, Kepala MA Muhammadiyah Gunung Meriah, awal pekan lalu.

Guna memudahkan siswa dalam memahami ilmu agama Islam, sekolah menggiatkan Ekskul bahasa Arab. Mengingat banyak referensi kajian Islam ditulis dalam bahasa Arab. “Selain dalam mata pelajaran ada bahasa Arabnya, sepulang sekolah para siswa wajib mengikuti Eskul bahasa Arab. Untuk berbicara aktif bahasa Arab siswa belum mampu, tapi setidaknya mereka dapat memahami artinya,” papar Rafi’atul’aliah.

Agar lebih tertarik terhadap dunia Islam, bakat dan minat siswa didorong pada kegiatan yang bernafaskan agama. Umpamanya kaligrafi, nasyid, rebana, dan hapalan Alquran. Untuk tiga hal tersebut, MA Muhammadiyah Gunung Meriah, mampu berbicara dalam berbagai even perlombaan di tingkat kabupaten. Bahkan selalu mewakili Kementerian Agama Aceh Singkil dalam ajang serupa di tingkat provinsi.

Menurut Rafi’atul’aliah, dalam beberapa pekan ke depan sekolah yang dipimpinnya merencanakan menggelar berbagai even bernafaskan Islam. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai karya siswa, mulai dari kerajinan tangan, bazar, kaligrafi, nasyid, rebana, dan drama. Tujuanya agar siswa bangga hasil karyanya dapat disalurkan dan ditunjukan ke publik.(dede rosadi)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved