Aksi Pencurian Marak di Subulussalam
Sepekan terakhir, aksi pencurian di kios-kios pedagang marak di Subulussalam. Seperti dialami Cut Nyak Din, pedagang
SUBULUSSALAM - Sepekan terakhir, aksi pencurian di kios-kios pedagang marak di Subulussalam. Seperti dialami Cut Nyak Din, pedagang tas dan sepatu di Kios Baitul Mall, Jalan Malikussaleh, Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri. Dalam kurun waktu dua hari, dia telah dua kali kehilangan barang jualannya.
“Malam minggu itu, kios loper koran Serambi/Prohaba saya juga dibobol maling. Terus tadi malam dibongkar lagi,” kata Cut Nyak Din kepada Prohaba, Selasa (15/11).
Selama ini, kios yang dipakai sejak Juni 2010 silam itu aman-aman saja. Namun, pada Sabtu malam lalu, kiosnya dibongkar maling dari plafon. Kemudian pencuri ke luar dari pintu depan seraya mengambil barang-barang jualan di kios tersebut.
Malam pertama, Cut mengalami kerugian sekitar Rp 4,5 juta. Maling menggondol barang jualan tas, sepatu, dan sandal dengan jumlah banyak.
Selanjutnya, pada Senin malam, maling kembali membongkar kiosnya dan mengambil barang-barang jualan. Akibatnya, dia pun mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 juta.
Cut mengaku sudah melaporkan kejadian yang dia alami kepada kepolisian setempat. Terkait kasus ini, Cut berharap polisi menangkap pencuri yang meresahkan masyarakat Subulussalam itu. Apalagi, menurut Cut, pembobolan kios pedagang tidak hanya dialami dirinya, akan tetapi sudah banyak masyarakat kemalingan.
Selain dia, Cut Nyak Din, malam Minggu itu ada juga pemilik salah satu toko bangunan di Subulussalam kehilangan besi. Selain itu, warung warga di jalan tersebut juga kemalingan. “Kami berharap, polisi menangkap pelakunya karena sangat meresahkan masyarakat,” ujar Cut Nyak Din.(kh)