Sabtu, 1 Agustus 2015

Tak Semua Kelainan Janin Terdeteksi USG

Rabu, 16 November 2011 10:28

Tak Semua Kelainan Janin Terdeteksi USG
Dr MOHD ANDALAS SpOG

BELAKANGAN ini makin sering kita dengar bayi yang lahir dengan kelainan bawaan. Mulai dari terlahir tanpa batok kepala, ususnya terburai, atau terdapat selaput lunak di pungung si bayi. Dalam ilmu kedokteran modern, semua contoh yang saya sebut tadi digolongkan ke dalam kategori kelainan bawaan berat pada janin.

Karena tergolong kelainan bawaan berat, sehingga dapat atau mudah dideteksi menggunakan alat ultrasonografi (USG).

Akan tetapi, sebetulnya sekitar 43 persen kelainan bawaan bisa/tidak bisa diketahui saat janin masih dalam kandungan ibunya, sedangkan 26 persen sama sekali tidak terdeteksi oleh USG, seperti diungkapkan George Leo dari KK Hospital Singapura.

Hal ini dia sampaikan pada pertemuan International Sonografic Ultrasound Obstetri dan Ginecology (ISUOG) V di Hotel Sheraton Surabaya, Jawa Timur, 13 November 2011. Dalam acara yang berlangsung hingga 15 November itu, saya diundang dalam kapasitas sebagai Kepala Bagian Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)/Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Pembicara lainnya yang tampil dalam pertemuan itu adalah Simon Meagher, pakar sonografi dari Australia dan Christph Lees dari United Kingdom (Inggris).

Menurut George Leo, kelainan janin bawaan yang sulit terdeteksi biasanya berupa jaringan lunak di punggung anak (spina bifida), bibir sumbing (facial cleft), dan jumlah jari yang berlebih (polidactili).

Kelompok yang meragukan apakah janinnya mengalami salah satu dari tiga kelainan bawaan tersebut, terkadang lebih memilih dukungan alat bantu lain seperti computer tomografi (CT)-Scan (alat pemindai otak dan sumsum tulang belakang) atau magnetic resonance imaging (MRI), alat pemindai mengandalkan magnet sangat kuat untuk mendapatkan gambaran dalam tubuh/otak seseorang.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas