Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

Tak Semua Kelainan Janin Terdeteksi USG

Rabu, 16 November 2011 10:28 WIB

Tak Semua Kelainan Janin Terdeteksi USG
Dr MOHD ANDALAS SpOG
OLEH Dr MOHD ANDALAS SpOG, Kepala Bagian Obgyn Fakultas Kedokteran Unsyiah/RSUZA Banda Aceh, melaporkan dari Surabaya

BELAKANGAN ini makin sering kita dengar bayi yang lahir dengan kelainan bawaan. Mulai dari terlahir tanpa batok kepala, ususnya terburai, atau terdapat selaput lunak di pungung si bayi. Dalam ilmu kedokteran modern, semua contoh yang saya sebut tadi digolongkan ke dalam kategori kelainan bawaan berat pada janin.

Karena tergolong kelainan bawaan berat, sehingga dapat atau mudah dideteksi menggunakan alat ultrasonografi (USG).

Akan tetapi, sebetulnya sekitar 43 persen kelainan bawaan bisa/tidak bisa diketahui saat janin masih dalam kandungan ibunya, sedangkan 26 persen sama sekali tidak terdeteksi oleh USG, seperti diungkapkan George Leo dari KK Hospital Singapura.

Hal ini dia sampaikan pada pertemuan International Sonografic Ultrasound Obstetri dan Ginecology (ISUOG) V di Hotel Sheraton Surabaya, Jawa Timur, 13 November 2011. Dalam acara yang berlangsung hingga 15 November itu, saya diundang dalam kapasitas sebagai Kepala Bagian Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)/Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Pembicara lainnya yang tampil dalam pertemuan itu adalah Simon Meagher, pakar sonografi dari Australia dan Christph Lees dari United Kingdom (Inggris).

Menurut George Leo, kelainan janin bawaan yang sulit terdeteksi biasanya berupa jaringan lunak di punggung anak (spina bifida), bibir sumbing (facial cleft), dan jumlah jari yang berlebih (polidactili).

Kelompok yang meragukan apakah janinnya mengalami salah satu dari tiga kelainan bawaan tersebut, terkadang lebih memilih dukungan alat bantu lain seperti computer tomografi (CT)-Scan (alat pemindai otak dan sumsum tulang belakang) atau magnetic resonance imaging (MRI), alat pemindai mengandalkan magnet sangat kuat untuk mendapatkan gambaran dalam tubuh/otak seseorang.

Menurut Simon Meagher, salah satu penyebab lolosnya temuan kelainan bawaan yang berat saat di USG adalah akibat kurangnya waktu dokter dalam melakukan pemeriksaan sonografi. Penyebab lainnya adalah bisa pula karena masih kurangnya keterampilan dokter bersangkutan dalam mengoperasikan alat USG dan membaca hasilnya. Simon menambahkan, dengan deteksi awal kelainan bawaan pada janin, kita dapat memprediksi kemungkinan risiko yang dihadapi bayi dan kemungkinan tindakan yang diambil, sehingga persalinan bisa direncanakan dengan baik.

Lagi pula masih banyak dijumpai bayi yang dilahirkan dengan berat badan normal dan cukup bulan, tapi terdapat kelainan bawaan berat pada jantungnya. Ini sebetulnya bisa diketahui sejak awal dalam fase kehamilan melalui pencitraan USG. Akan tetapi, bila tidak cepat terdeteksi, bisa-bisa begitu lahir si bayi membiru dan meninggal.

Salah satu hal yang berbeda dengan kebijakan kita di Indonesia  apabila dibandingkan dengan negara lain adalah prosedur pelayanan. Pada mereka tersedia unit skrining khusus yang bekerja sangat profesional. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat, sebutlah Singapura, Australia, dan Inggris, dalam memeriksakan kehamilannya sangat tinggi. Pemeriksaan umumnya dilakukan saat tiga bulan pertama kehamilan, sedangkan di negeri kita ibu hamil sering berkonsultasi ke dokter ahli kalau sudah ada keluhan mual atau hanya pada saat kehamilannya sudah besar.

Alasan lain ibu hamil di negeri kita ingin memeriksakan kehamilannya adalah pada saat ia hendak melihat letak janin dan jenis kelaminnya. Atau karena ingin mengetahui tanggal taksiran persalinan, karena si ibu lupa tanggal haid pertama, sehingga tak bisa menghitung dengan pas rumus taksiran persalinan.

Mengingat setiap pasangan muda sangat dianjurkan merencanakan kehamilannya dengan baik, maka lakukanlah pemeriksaan laboratorium pranikah. Ini penting untuk mencari faktor risiko tertentu yang berbahaya jika si wanita hamil.

Selain itu, lakukan pemeriksaan trimester awal dengan USG untuk deteksi awal apakah ada kelainan pada janin, sehingga bisa cepat diputuskan cara terbaik mengatasinya.
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas