Belum Berani Ekspor Sendiri
SEORANG pedagang pengumpul hasil bumi di Banda Aceh, Ilham mengakui kualitas minyak nilam Aceh paling tinggi dibanding dari wilayah lain
Ilham yang juga bertindak sebagai pemasok minyak nilam kepada perusahaan pembeli menjelaskan, harga minyak nilam sering naik-turun secara drastis karena penjualannya sistem kontrak. Kontrak pembelian nilam biasa dilakukan dalam waktu tiga bulan.
“Jika saat mendekati waktu tiga bulan kontrak habis tapi kuota minyak nilam belum terpenuhi, maka harga minyak nilam akan naik tajam. Kenaikannya sering melampaui harga minyak nilam dunia, bisa mencapai Rp 2,5 juta sekilo. Namun sebaliknya, jika masa kontrak telah berakhir maka harga akan turun drastis, karena buyer (pembeli) sudah tidak butuh,” papar Ilham.
Minyak nilam Aceh, lanjut Ilham dibawa ke Medan oleh pemasok untuk dijual ke perusahaan pembeli seperti PT Aroma dan Karimun. Saat ini harga minyak nilam Aceh berkisar antara Rp 300.000-Rp 400.000/kg. “Ya, terpaksa dijual lewat Medan karena pemasok nilam atau pengusaha nilam asal Aceh masih belum berani mengekspor sendiri,” demikian Ilham.(ami)