Boat Tuna Tenggelam Diterjang Badai
Jumat, 25 November 2011 08:01 WIB

Dua orang nelayan berada di kawasan pantai dekat boat KM Casaman yang tenggelam akibat dihantam badai di kawasan Kuala Peudada, Bireuen, Kamis (24/11) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. SERAMBI/FERIZAL HASAN
Berita Terkait
- Murid SD Tenggelam Ditemukan Tewas
- Akhir Mei, DKP Simeulue Luncurkan Program Rumput Laut
- Bocah Tujuh Tahun Tewas di Tambak
- Petani Pidie Sulit Pasarkan Rumput Laut
- Murid SD Hilang Tenggelam di Sungai Peureulak
- Warga Tangse Tercebur ke Sungai
- Kapal Minyak Dibajak, Tak Ada Kerugian Pertamina
- Bom Ikan dan Modus Pelaku Makin Canggih
- Foto Jenazah Korban Pesawat Sukhoi Beredar di Internet
- Evakuasi Korban Sukhoi Dilanjutkan Esok Pagi
BIREUEN - Boat pancing tuna ‘KM Casaman’ milik H Adi, warga Jeunieb, Bireuen, Kamis (24/11) dinihari WIB, tenggelam diterjang badai. Kejadian itu terjadi ketika boat yang ditumpangi enam orang nelayan hendak masuk ke Kuala Peudada, Bireun. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kecuali boat pancing serta ikan tangkapan yang hancur dan bertabur.
Menurut keterangan para nelayan yang ikut bersama boat KM Casaman, petang kemarin, awalnya mereka berlabuh ke perairan selat Malaka Rabu (23/11) malam. Namun saat tiba di tengah laut yang berjarak puluhan mil dari Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, badai melanda perairan tersebut, sehingga mereka kembali ke PPI Peudada. “Ketika kami sampai di mulut Kuala Peudada, tiba-tiba badai yang datang dari arah timur menghandam boat kami, lalu lambung boat menghantam batu pemecah ombak (Jetty) Kuala Peudada, sehingga boat terbalik dan tenggelam. Kemudian angin kencang menghantam boat kami laut dangkal, yaitu sekitar 30 meter dari bibir pantai, Alhamdulillah kami selamat dari musibah itu,” ujar Mukhtar MD, yang bertindak sebagai nahkoda.
Akibat kejadian itu, boat pancing tuna mereka tidak bisa digunakan lagi, karena rusak berat dibagian lambung dan bagian mesin. “Kami terancam kehilangan pekerjaan, selain itu, kerugian diperkirakan mencapai seratusan juta rupiah,” ujar Mukhtar yang didampingi beberapa nelayan lainnya.
Mukhtar menambahkan, kejadian tenggelamnya boat pancing tuna yang dinahkodainya itu, selain akibat dihantam badai, juga akibat dangkalnya muara kuala Peudada. Pasalnya, saat boat itu hendak merapat ke kuala, tiba-tiba tersendat, karena muara kuala dangkal. “Kami berharap supaya muara kuala dikeruk, agar nelayan lain tidak menjadi korban.”(c38)
Menurut keterangan para nelayan yang ikut bersama boat KM Casaman, petang kemarin, awalnya mereka berlabuh ke perairan selat Malaka Rabu (23/11) malam. Namun saat tiba di tengah laut yang berjarak puluhan mil dari Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, badai melanda perairan tersebut, sehingga mereka kembali ke PPI Peudada. “Ketika kami sampai di mulut Kuala Peudada, tiba-tiba badai yang datang dari arah timur menghandam boat kami, lalu lambung boat menghantam batu pemecah ombak (Jetty) Kuala Peudada, sehingga boat terbalik dan tenggelam. Kemudian angin kencang menghantam boat kami laut dangkal, yaitu sekitar 30 meter dari bibir pantai, Alhamdulillah kami selamat dari musibah itu,” ujar Mukhtar MD, yang bertindak sebagai nahkoda.
Akibat kejadian itu, boat pancing tuna mereka tidak bisa digunakan lagi, karena rusak berat dibagian lambung dan bagian mesin. “Kami terancam kehilangan pekerjaan, selain itu, kerugian diperkirakan mencapai seratusan juta rupiah,” ujar Mukhtar yang didampingi beberapa nelayan lainnya.
Mukhtar menambahkan, kejadian tenggelamnya boat pancing tuna yang dinahkodainya itu, selain akibat dihantam badai, juga akibat dangkalnya muara kuala Peudada. Pasalnya, saat boat itu hendak merapat ke kuala, tiba-tiba tersendat, karena muara kuala dangkal. “Kami berharap supaya muara kuala dikeruk, agar nelayan lain tidak menjadi korban.”(c38)
Editor : bakri
