Puluhan Nelayan di Kuala Langsa tak Melaut
Puluhan nelayan di Kuala Langsa, Kota Langsa, sejak sepekan terakhir ini tidak melaut, karena krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar
LANGSA - Puluhan nelayan di Kuala Langsa, Kota Langsa, sejak sepekan terakhir ini tidak melaut, karena krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Pasalnya saat ini dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Langsa tidak memberikan nelayan membeli BBM jenis solar, karena pihak Pertamina mulai mengurangi jatah BBM solar di setiap SPBU di daerah itu.
Panglima Laot Kuala Langsa, Muzakkir, kepada Serambi Minggu (27/11), mengatakan, akibat pihak pertamina mengurangi jatah solar untuk SPBU di Langsa, puluhan nelayan Kuala Langsa, terpaksa tidak dapat mencari rezki ke laut. “Menurut petugas SPBU, mereka tidak dibenarkan menjual solar untuk nelayan oleh Pertamina, apalagi jatah solar untuk SPBU juga telah dikurangni,” ujar Panglima Laot Kuala Langsa itu.
Sebelumnya tambah Muzakkir, nelayan tidak kesulitan mendapatkan solar, karena mereka dibekali surat keterangan dari keuchik dan Panglima Laot. “Silahkan saja pihak Pertamina menertibkan pengeluaran solar dari SPBU, tapi pihak Pertamina juga jangan mematikan perekonomian nelayan,”tegas Panglima Laot Kuala Langsa itu.
Muzakir menambahkan, sedangkan SPBM yang ada di Kuala Langsa, selama ini hanya mampu mencukupi kebutuhan BBM solar sekitar 10 hari, untuk setiap bulannya bagi nelayan. Karena SPBM tersebut hanya mendapatkan jatah solar dari Pertamina sekitar 126 ton atau tujuh tangki/18 ton setiap bulannya. Namun untuk mencukupi solar, nelayan juga memanfaatkan SPBU lain di Kota Langsa.
“Di Kuala Langsa saat ini ada sekitar 100 boat pukat Langga, dan puluhan boat katrol, dan diperkirakan setiap bulan nelayan daerah ini setidaknya membutuhkan solar sekitar 250 ton lebih,”katanya.(c42)