Hijrah Merupakan Strategi Terbaik Dalam Proses Politik Islam

Rasulullah SAW ketika akan mengambil tindakan untuk melakukan Hijrah (perpindahan) dari kota Mekkah menuju Madinah pada 1433

BLANGPIDIE - Rasulullah SAW ketika akan mengambil tindakan untuk melakukan Hijrah (perpindahan) dari kota Mekkah menuju Madinah pada 1433 tahun yang lalu, dinilai sebagai sebuah keputusan politik yang sangat tepat dalam rangka melakukan pengembangan syiar Islam pada saat itu, namun setiap tindakan maupun keputusan yang diambil oleh Rasulullah dilandasi oleh proses wahyu Ilahi berupa Firman Allah SWT sehingga diyakini akan senantiasa membawa kedalam keselamatan serta kemenangan.

Paparan tersebut diungkapkan Kombes (Purn) Usman Banta ketika membuka acara penyambutan Tahun baru Islam 1 Muharram 1433 Hijriah yang berlangsung di komplek Dayah Manyang Pusat Komuniti Islam Yayasan Al-Insaniyah (PUSKIYAI) Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya) Minggu (27/11).

Strategi Hijrah yang dijalani oleh Rasulullah ketika itu bukan didasari karena ketakutan terhadap tindakan kafir quraish melainkan sebagai bentuk strategi politik yang memang sangat tepat, dimana penyebaran dan perkembangan islam ketika itu semakin besar dan mendapat sambutan yang sangat baik di kalangan masyarakat Madinah.

Acara penyambutan tahun baru islam 1433 Hijriah yang berlangsung di PUSKIYAI Aceh Minggu (27/11) itu direncanakan akan terus berlanjut dengan program kegiatan Arbain hingga 4 Desember mendatang dengan menghadirkan sejumlah pemateri bagi peserta Arba’in yang didominasi dari kalangan usia emas (usia lanjut) dibawah bimbingan langsung pimpinan PUSKIYAI Tgk H Farmadi ZA, MSc.

Jufri Yusuf SAg selaku Ketua Panitian Pelaksana Kegiatan kepada wartawan mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh PUSKIYAI dalam rangka menyambut 1 Muharram 1433 Hijriah tersebut menjadi sarana konsolidasi dari semua elemen untuk kembali mensyiarkan serta menggemakan hari besar islam di daerah Aceh yang identik dengan syariat islamnya.

“Kita di PUSKIYAI ini membuka ruang dan peluang bagi semua pihak untuk kembali menggemakan syiar islam di daerah yang telah memiliki label syariat islam, tentu sangat naif bila daerah syariat islam tetapi malah masyarakatnya sudah tidak lagi peduli dengan hari besar islam, ini tentu sebuah kondisi yang harus menjadi perhatian dari kita semua khususnya umat islam,” ujar Jufri Yusuf yang juga ketua KNPI Abdya itu.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved