Irwandi Apresiasi Sikap PA

Gubernur Irwandi Yusuf menyatakan bahwa ia memberi apresiasi tinggi terhadap sikap Partai Aceh (PA) yang komit menjaga perdamaian

Irwandi Apresiasi Sikap PA
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memasang tanda jabatan kepada Bupati Aceh Singkil Drs Khazali yang dilantik dalam Sidang Paripurna DPRK Aceh Singkil, Senin (28/11). SERAMBI/DEDE ROSADI
* Tawarkan Rekonsiliasi Politik
* Minta Diajak Ikut Serta Jaga Perdamaian

BANDA ACEH - Gubernur Irwandi Yusuf menyatakan bahwa ia memberi apresiasi tinggi terhadap sikap Partai Aceh (PA) yang komit menjaga perdamaian, terutama dalam kaitannya dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh pascaputusan akhir Mahkamah Konstitusi (MK) pada 24 November lalu.

“Saya sangat mendukung upaya itu, kalau bisa saya juga diajak,” ujar Irwandi seusai melantik Bupati Aceh Singkil di Gedung DPRK setempat, Senin (28/11).

Pernyataan Irwandi itu ia lontarkan menanggapi sikap Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf yang menegaskan kembali komitmen partainya untuk mengawal MoU Helsinki dan UUPA.

Muzakir juga menegaskan sikap jajarannya untuk meniadakan kekerasan dan serius mengawal perdamaian di Aceh. “Kekerasan harus dihilangkan, perdamaian harus dijaga. Saya sangat menghormati perjanjian. Dalam perjanjian itu disebut damai dan sama-sama kita sepakati berdamai, ya mari kita menghormatinya,” ujar Muzakir Manaf menanggapi Serambi, Minggu (27/11) lalu.

Terkait putusan MK yang mengakomodir calon independen ikut pilkada di Aceh, disikapi Irwandi Yusuf dengan membuka ruang rekonsiliasi kepada semua pihak yang berseteru dalam konflik regulasi pilkada.

“Rekonsiliasi bagi saya terbuka 24 empat jam, tujuh hari dalam seminggu. Apakah itu rekonsiliasi politik, soal keluarga, apa saja boleh,” katanya. Irwandi memaknai putusan MK sebagai putusan politik untuk kemenangan semua pihak. Ia juga tidak menganggap dirinya yang maju ke bursa gubernur melalui jalur perseorangan (independen) sebagai pihak yang dimenangkan dalam konflik regulasi pilkada itu.

Tapi hal yang terpenting, katanya, calon independen setelah ada putusan MK sudah dapat ikut pilkada di Aceh. Hal ini pula yang ia sampaikan kepada masyarakat dalam setiap pertemuan selama melakukan kunjungan kerja meninjau proyek APBA dalam tiga hari ini. Putusan MK tersebut juga tidak dimaknainya sebagai sebuah kemenangan untuk para kandidat yang maju di jalur independen. “Saya tidak merasa berada di atas angin, tapi saya ada di bawah awan,” sebutnya bertamsil.

Menurut Irwandi, bila pun ada sengketa pilkada yang terjadi selama ini, hal tersebut merupakan kewenangan MK untuk memutuskannya. “Tugas saya hanya menjadi komandan untuk terciptanya keamanan dan ketertiban di Aceh bersama polisi dibantu TNI. Kalau masalah adu argumen ya dengan MK-lah, bukan dengan saya, apalagi dengan rakyat,” tegasnya. (sar)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved