PSAP Butuh Dana 1,7 M
Meski kompetisi Divisi Utama musim 2010/2011 telah berakhir, PSAP Sigli rupanya masih tertunggak utang kepada pihak ketiga sebesar Rp 1,7 miliar
SIGLI - Meski kompetisi Divisi Utama musim 2010/2011 telah berakhir, PSAP Sigli rupanya masih tertunggak utang kepada pihak ketiga sebesar Rp 1,7 miliar. Total utang tersebut juga mencakup gaji pemain yang belum terlunasi.
Ketua Umum PSAP Sigli, M Yasin Amin kepada Serambi, Kamis (1/12), mengatakan, saat bergulirnya kompetisi Divisi Utama musim lalu, pengurus PSAP telah mengusulkan dana melalui APBK Pidie tahun 2011 sebesar Rp 7,2 miliar. Namun, kata dia, saat itu dana yang disetujui hanya sebesar Rp 2 miliar.
“Karena tidak mencukupi, dalam APBK-Perubahan tahun 2011 kami terpaksa mengajukan kembali dana PSAP sebesar Rp 5,2 milliar mengingat masih adanya utang pihak ketiga yang belum dibayar. Tapi, informasi yang saya terima tadi malam (kemarin malam-red), bahwa dana yang disetujui hanya Rp 3,2 miliar. Dengan demikian, total dana APBK yang diberikan kepada PSAP sebesar Rp 5,2 miliar. Hanya saja, dana yang disetujui itu belum saya pegang sampai sekarang,” kata M Yasin.
Kendati telah disetujui dana tambahan tersebut, beber Kolonel--sapaan akrab M Yasin, PSAP masih kekurangan dana sebesar Rp 1,7 miliar. “Dana ini dibutuhkan untuk melunasi utang pihak ketiga, termasuk membayar gaji pemain,” tukasnya.
Di sisi lain, M Yasin menegaskan, menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012, PSAP juga butuh dana cukup besar. Hanya saja, katanya, sekarang manajemen ‘Laskar Aneuk Nanggroe’ tidak menggunakan dana APBK lagi. “Meski tak ada APBK, PSAP tetap akan tampil pada kompetisi elit tersebut. Karena kami menyadari masyarakat sangat menanti penampilan PSAP yang menjadi hiburan bagi masyarakat,” tandasnya.(naz)