Terminal Mobar Berkubang, Buruh Protes DishubAceh Barat
Buruh bongkar muat dari Serikat Pekerja Aceh (SPA) Aceh Barat dan para sopir menyampaikan protes ke Dinas Perhubungan
Kepada Serambi, Jumat (2/12), Sekretaris Umum SPA Aceh Barat, Ajumarlis didampingi kepala keamanan SPA, Alhanis, serta ketua transportasi, Mulyadi mengatakan, protes terhadap kondisi terminal mobar saat ini sudah disampaikan ke Dishub agar segera ditanggulangi.
“Lokasi terminal bongkar muat sudah mirip kubangan kerbau pada musim hujan seperti saat ini,” ujar Ajumarlis. Ia mengatakan, selain ke Dishub pihaknya juga sudah menyampaikan keluhan ke bupati agar ditanggulanggi. Tetapi, kata dia, Bupati berdalih tidak ada anggaran, sehingga para buruh dari SPA dan sopir sangat kecewa, sebab selama ini retribusi selalu dikutip sebesar Rp 10.000/truk, parkir Rp 6.000/truk.
“Sehingga sangat aneh bila kondisi terminal yang berkubang terus dibiarkan padahal itu terminal mobar kabupaten. Karena itu, kami meminta terminal tanah yang tidak rata dilakukan penanggulangan sehingga bongkar muat tidak terkendala,” tambah Ajumarlis.
SPA dan ketua angkutan juga membeberkan ada dugaan kutipan liar di kompleks mobar oleh oknum petugas Dishub. Yakni biaya yang harus dikeluarkan setiap truk masuk hingga Rp 20.000/truk, sedangkan tanda terima hanya Rp 10.000/truk, sedangkan parkir tidak pernah ada tanda terima. Selain itu, mereka juga mempersoalkan buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang selama ini tidak melakukan bongkar muat di terminal mobar Meureubo dan di Suak Ujong Kalak.(riz)
penjelasan dishub
Terkendala Dana
KABID Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kebudayaan Pariwisata dan Telekomunikasi Aceh Barat, Edison yang dimintai tanggapannya kemarin mengakui bahwa kondisi pelataran terminal Mobar berkubang. Namun untuk penanggulangannya terkendala dana. Dishub berencana akan memasukkan anggaran perbaikan pelataran terminal mobar dalam APBK tahun 2012 mendatang.(riz)