Kunker Anggota DPR ke Luar Negeri Memalukan
Kunjungan plesiran akhir tahun, dianggap jalan-jalan saja untuk penghabisan anggaran negara saja
"Dan sudah tentu, ini pemborosan anggaran. Karena
apa, antara out put yang dihasilkan dengan anggaran yang dibelanja
tidak sebanding. Kunjungan plesiran akhir tahun, dianggap jalan-jalan
saja untuk penghabisan anggaran negara saja," cetus Ucok, kepada tribun, Senin (05/12/2011).
Sebelumnya diberitakan agenda beberapa anggota DPR yang akan melakukan
kunjungan kerja ke luar negeri. Panja Penanganan Konflik Sosial (PKS),
akan melakukan kunker ke Swedia dan India.
Sementara Komisi IX DPR, akan melakukan kunker ke Korea Selatan dan Hongkong. Sementara Komisi IV DPR kunker ke empat negara, Amerika Serikat, Jepang, Cina dan India.
"Lihat saja, banyak Undang-undang kita yang dihasilkan DPR, malah banyak yang tidak mutu, dan pasal-pasalnya banyak ditolak publik melalui Mahkamah Konstitusi.
Jadi, dengan demikian, kalau tidak mau
disebut jalan-jalan plesiran akhir tahun, lebih baik narasumber yang
akan dikunjungi anggota DPR, diundang saja ke indonesia, karena bisa
hemat anggaran," saran Ucok.
Para nara sumber yang didatangkan, kata Ucok lagi, tentu saja akan memperoleh anggaran dari negara. Yang sudah tentu, uang yang didapat, akan kembalikan atau dibelanjakan lagi di indonesia. Sementara anggota DPR yang kunker ke luar negeri, uangnya tidak akan kembali lagi ke indonesia, inilah yang namanya pemborosan anggaran.
"Dan kunjungan ke luar
negeri ini adalah penyangkit hedonisme yang paling merusak citra lembaga
DPR. Jadi, anggota DPR sendiri yang merusak citra mereka. Bukan pihak
mana-mana dan hal ini sangat memalukan," kata Ucok.