- Dosen MIPA yang Tewas Mengeluhkan Insonmia
- Hanura Bantu 800 Peket Sembako Korban Banjir Aceh…
- Dicegat di Jalan, Polisi Ciduk Agen Sabu-Sabu
- JMK Demo Tolak RUU-Kamnas ke Kanwilkumham Aceh
- Dosen MIPA Unsyiah Tewas Bersimbah Darah
- Ketika Mereka Harus Pamit
- Kapolda Aceh akan Berkunjung ke Aceh Tenggara
- Darni M Daud Dicekal ke Luar Negeri
- DPRK Aceh Singkil Didesak Segera Proses PAW Tamiruddin
- Thahira dan Salmah Lolos ke Jambore Sanitasi Nasional…
Penambahan kekuatan pengamanan ini dilakukan, karena kekuatan yang ada dianggap masih kurang dengan banyaknya pemilu kada yang akan berlangsung di Aceh.
"Nanti akan ada BKO (Bantuan Kerja Operasional) dari Mabes Polri, khusunya dari brimob sebnayak 770 orang. Kemudian ditambah dari Baintelkan (Badan Intelejen Keamanan), termasuk juga dari Bareskrim (Badan Reserse Kriminal)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/12/2011).
Saud menjelaskan, pada 16 Januari 2012 mendatang, dijadwalkan pemungutan suara pemilihan gubernur Aceh periode 2012-2017. Berdekatan dengan jadwal itu, KPU Provinsi Aceh juga menggelar pemlihan kepala daerah di 13 kabupaten dan empat kotamadya.
Sementara, kekuatan yang siap diturunkan untuk mengamankan proses pemungutan suara pemilu kada di 9.764 TPS sebanyak 7.930 anggota Polri dan dibantu 1.749 anggota TNI.
Jumlah tersebut dianggap masih kurang mengingat banyaknya TPS dan rangkaian proses pemilu kada yang akan berlangsung. Sehingga Mabes Polri menambah kekuatan pengaman. "Dalam pelaksanaan pemilu kada di Aceh ini, kami masih kekurangan personel," ujarnya.
Sebagai juru bicara Polri, Saud berharap rangkaian proses pemilu kada tersebut bisa berjalan aman, damai, dan lancar. "Dan juga kepada rekan media, mohon doa restunya supaya nantinya seluruh situasi pelaksanaan pemilu kada berjalan lancar, situasi amat tertib," tukasnya.
