Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Kontraktor PLTA Peusangan Hormati Budaya Lokal

Senin, 19 Desember 2011 08:51 WIB

TAKENGON - Pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan fisik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan I dan II di Kabupaten Aceh Tengah sangat menghormati dan menghargai adat-istiadat masyarakat Gayo sebagai bagian dari kearifan lokal warga di tengah-tengah pegunungan itu.

“Meskipun sebagian besar tenaga kerjanya berasal dari Korea Selatan, namun selama berada di Takengon, para pekerja asing itu menghormati budaya lokal Gayo,” katakan Project Manager Haechang Development Co Ltd, Mr Soo Dong Oh saat menggelar Peusijuek (tepung tawar) alat-alat berat di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Jumat (16/12) lalu.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal masyarakat Gayo, katanya, perusahaan asal Korea Selatan itu mengadakan Peusijuek (tepung tawar) sebagai bagian dari budaya leluhur masyarakat Gayo. Acara Peusijuek itu dihadiri unsur Muspika Kecamatan Silih Nara, tokoh masyarakat, pemuka adat dan masyarakat Kampung Remesen.

Mr Soo Dong Oh mengatakan, bagi masyarakat Aceh dan Gayo, acara tepung tawar ini sangat sakral yang mengandung nilai-nilai spiritual dan semangat yang tinggi terhadap tanggungjawab kepada masyarakat dan sang pencipta, untuk itu, ia melakukan peusijuek semua alat berat dan para pekerja yang sedang memulai pekerjaan di Kampung Remesen Kecamatan Silih Nara. Selain itu, katanya, selama menyelesaikan pekerjaan di Kabupaten Aceh, semua pekerjanya menghormati norma-norma Agama Islam yang dianut mayoritas masyarakat Aceh Tengah.        

Pada acara peusijuek itu, juga hadir utusan Perusahaan Hyundai, Mr Yuoi. Perusahaan Hyundai Cooporation asal Korea Selatan adalah pemenang proyek PLTA Peusangan I dan II bersama dengan PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dari Indonesia. Sebagai kontraktor utama, Hyundai memberikan bagian-bagian pekerjaan kepada perusahaan lain sesuai bidang keahliannya. Khusus perusahaan Haechang Development Co Ltd dipercayakan mengerjakan pengeboran terowongan air di Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.Peusijuek yang dilakukan oleh tokoh adat Gayo untuk pimpinan perusahaan dan seluruh staf dilanjutkan dengan peusijuek alat-alat berat. “Peusijuek ini untuk menghargai budaya lokal dan mempererat silaturrahmi antara pekerja asal Korea Selatan dengan msayarakat Gayo,” ujar Mr Soo Dong Oh, melalui penterjemahnya.(min)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas