Tips Sukses "Homeschooling"
Agar homeschooling yang diterapkan berjalan efektif dan membuahkan hasil yang memuaskan. Yuk, disimak!
Kata-kata di atas menjadi "penyapa", saat Anda berkunjung ke situs web www.rumahinspirasi.com. Website ini digagas oleh Sumardiono (Aar) dan istrinya, Mira Julia (Lala). Mereka menerapkan homeschooling bagi
ketiga anaknya, Yudhis (10), Tata (6), dan Duta (3). Di situs web
itulah, Aar dan Lala menuangkan berbagai aktivitas belajar ketiga buah
hatinya.
Lala menekankan, homeschooling bukanlah saingan
sekolah formal. Bukan pula alternatif karena tak ada pilihan, tetapi
sebuah pilihan yang patut dipertimbangkan. Nah, dalam perbincangan Kompas.com, dengan Aar dan Lala, terangkum sejumlah poin yang bisa diterapkan agar homeschooling yang diterapkan berjalan efektif dan membuahkan hasil yang memuaskan. Yuk, disimak!
1. Jangan Hanya ikut-ikutan tren
Beberapa orang ingin agar anaknya menempuh pendidikan secara homeschooling hanya karena tren. Jika menerapkan homeschooling karena ingin "gaya-gayaan" supaya terlihat seperti keluarga 'eksklusif', tentunya tidak akan sukses. Homeschooling itu pilihan dan Anda juga harus bertanggung jawab atas perkembangan anak Anda ke depannya.
2. Orangtua = Kepala Sekolah
Memilih homeschooling
artinya Anda yang bertanggung jawab atas segala proses belajar anak
Anda. Dengan kata lain, orangtua berada dalam posisi kepala sekolah yang
mengatur jadwal dan menentukan perkembangan anak Anda dari waktu ke
waktu. Ingat, Anda yang mengatur, jadi segala pilihan ada di tangan
Anda. Entah mengikutkan anak ke kursus, atau Anda yang akan mengajarinya
sendiri. Intinya, jangan sampai lupa dengan jadwal Anak karena sibuk
kerja atau hal-hal lainnya. Kesuksesan anak homeschooling berasal dari orangtuanya.
3. Orangtua harus ikut belajar
Gagal atau suksesnya anak homeschooling
berasal dari orangtua. Maka, sebagai orangtua, Anda pun mau tidak mau
harus ikut belajar. Perkaya diri Anda dengan membaca buku, atau browsing
internet sehingga jika ada pertanyaan yang dilontarkan anak, Anda dapat
menjelaskan kepada mereka. Jangan malu untuk belajar hal-hal seperti
Matematika atau Fisika Dasar kembali, karena belajar itu proses, tidak
terbatas pada umur saja.
4. Perluas jaringan dengan praktisi homeschooling lainnya
Banyak metode dan cara pembelajaran dalam homeschooling. Maka, Anda harus memperluas jaringan dengan keluarga-keluarga yang juga menerapkan homeschooling. Ikutlah milis-milis atau klub-klub yang merupakan perkumpulan dari keluarga yang menerapkan homeschooling.
Tujuannya, agar Anda dapat bertukar ide cara belajar dengan yang lain. Salah satu contoh perkumpulan homeschooling
adalah Klub Oase yang dibentuk oleh Sumardiono dan Lala. Buka wawasan
Anda kalau banyak cara pembelajaran di dunia ini selain yang Anda
praktikkan. Jangan pelit juga berbagi dengan teman Anda jika mendapatkan
trik atau pembelajaran yang sukses Anda terapkan bagi anak.
5. Manfaatkan internet sebaik-baiknya
Bahan-bahan pembelajaran untuk homeschooling
dapat Anda peroleh di internet. Mulai dari Matematika, Fisika, Kimia,
Geografi, bahkan belajar tentang tulang, bisa Anda dapatkan di dunia
maya. Tinggal bagaimana Anda menggunakannya dengan baik.
Carilah
situs-situs yang menarik untuk bahan belajar anak Anda. Misalnya, gambar
gunung 3 dimensi, atau anatomi tubuh manusia. Situs-situs ini juga
bakal Anda temukan lewat teman-teman, jika Anda mengikuti tips nomor 4.
6. Pertemukan anak dengan teman-teman homeschooling lainnya
Agar anak Anda tidak bosan, ajaklah mereka untuk bertemu dengan anak-anak yang juga menjalani homeschooling.
Selain menambah teman, mereka juga bisa sharing satu sama lain. Buatlah
kegiatan yang menarik untuk anak Anda dan temannya seperti memasak
bersama, membuat prakarya, dan lainnya.
Pendidikan adalah journey, bukan kompetisi. Pendidikan adalah perjalanan di mana Anda menemukan nilai-nilai di dalamnya. Nikmatilah proses belajar anak Anda. Dengan begini, anak-anak homeschooling juga pasti akan sukses. Bagaimana pun, pilihan ada di tangan Anda!