Bupati Pijay Perintahkan Tembak Ternak Berkeliaran
Karena selama ini ternak yang berkeliaran di jalan raya sering menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan
Penegasan itu disampaikan, Gade Salam, dalam acara ‘Kopi Pagi’ Selasa (27/12) di pendapa setempat yang dihadiri para kepala SKPK, camat serta anggota legislatif. Ditegaskan Gade Salam, selama ini banyak kritikan dan sorotan soal banyaknya ternak yang berkeliaran di jalan nasional terutama di kawasan Kecamatan Bandarbaru, Tringgadeng, Meureudu Ulim, Jangkabuya, Meurahdua, Panteraja, dan di Kecamatan Bandardua.
Kata Bupati Pijay itu, rata-rata kecelakaan lalu lintas di Pijay karena ternak yang berkeliaran di jalan raya. “Target kita pada tahun 2012 tak ada lagi binatang ternak yang berkeliaran di kantor pemerintah dan jalan raya. Jika masih ada ternak yang berkeliaran, maka akan ditembak,” tegas Gade Salam yang pada tahun 2010 lalu juga pernah menembak seekor lembu yang berkeliaran di jalan raya.
Karena itu, kepada unsur Muspika di masing-masing kecamatan diminta agar bertanggungjawab untuk mengatasi masa ternak yang berkeliaran di kompleks perkantoran pemerintah serta di jalan raya. Dalam acara refleksi akhir tahun ini Gade juga mengatakan masing-masing SKPK di jajaran Pemkab Pijay instropeksi diri, apa yang telah diperbuat di tahun 2011.
“Jika ada SKPK yang berkinerja buruk, itu bukan kesalahan pejabat yang bersangkutan, tapi kesalahan ada dipihak kami yang salah menempatkan saudara,”tegas Bupati Pijay.(c43)