Kamis, 11 Juni 2026

Tafakur

Tak Cukup Mengenang

Terlepas baik-buruknya, sejarah kehidupan seseorang menyisakan pelajaran, bila mau dikenang

Tayang:
Editor: hasyim
Oleh: Jarjani Usman

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (QS. Al Fatihah: 6-7).

Ada banyak jalur yang bisa ditelusuri untuk memperoleh ilmu.  Mengenang (seseorang atau sesuatu) adalah di antaranya.  Terlepas baik-buruknya, sejarah kehidupan seseorang menyisakan pelajaran, bila mau dikenang.  Dikatakan terlepas baik buruknya karena bukan hanya yang baik yang penting dikenang, tetapi juga yang buruk.

Kalau hanya perlu mengenang orang-orang yang baik, mungkin Alquran tidak akan memaparkan kisah hidup orang-orang celaka seperti Qarun, Fira’un, dan lain-lain.  Dan bila mengenang orang-orang yang dimurkai, akan menjadi pengingat untuk menghindari jalan hidup yang demikian.  Sebaliknya, mengenang orang-orang yang taat akan menjadi contoh yang jelas tentang bagaimana menempuh hidup ini agar selamat dunia dan akhirat.

Namun, mengenang saja tentunya tidak cukup.  Karena itu, diwajibkan untuk selalu berdoa agar mampu menempuh jalan hidup yang pernah ditempuh oleh orang-orang yang baik.  Bila senantiasa melaksanakan shalat wajib saja, setiap orang sudah mendoakan dirinya 17 kali sehari agar terhindar dari jalan orang-orang yang pernah mendapat azab.

Namun, mengapa juga setelah belasan kali berdoa setiap hari dan ratusan kali dalam sebulan, masih tetap berada di jalan hidup orang-orang yang sesat?  Ini menunjukkan bahwa mengenang dan berdoa saja juga masih belum cukup.  Masih perlu usaha untuk menerapkan ilmu dari hasil kenangan sekaligus menunjukkan keseriusan doa kepada Allah, dengan mempraktekkan hidup di jalan yang pernah ditempuh oleh orang-orang yang beriman. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved