
- Klik "Like" di Facebook Bisa Dipecat
- Kisah Mistis Kabut Misterius di Gunung Salak, Benarkah?
- Gunung Salak Menyimpan Seribu Cerita Mistik
- Ki Kusumo Pernah Meramal akan Ada Pesawat Jatuh di…
- Dugaan Suap Wasit Warnai Final Four BSI Proliga 2012
- Mark Zuckerberg Bergabung, Viddy Bakal Jadi Instagram…
- Serambi Fun Walk Ukir Rekor MURI
- Ubah YouTube jadi MP3
- Cemburu, Seorang Pria Bunuh Teman Facebook Istrinya
- Dikejar Polisi, Buronan Update Status Facebook
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Badai Matahari, bila masuk dalam kelas Medium (M) dan Ekstrim (X) serta mengarah ke Bumi, bisa mengakibatkan gangguan pada komunikasi berbasis radio atau gelombang pendek, komunikasi berbasis satelit, navigasi.
Lalu, jika badai Matahari besar menyambar Bumi, masihkah bisa kita berkomunikasi dengan handphone? Masihkah bisa juga kita mengakses internet, update status di Facebook atau nge-tweet di Twitter?
Kepala Observatorium Bosscha, Hakim L Malasan ketika dihubungi Rabu (4/1/2012) mengatakan, bahwa potensi terganggunya penggunaan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter serta komunikasi lewat Blackberry Messenger cukup besar.
"Penggunaan komunikasi lewat BBM itu sangat berpotensi mengalami gangguan dan akan sulit. Penggunaan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga sangat boleh jadi terganggu," ungkap Hakim.
Menurut Hakim, lama gangguan komunikasi tergantung pada besarnya energi yang dilepaskan Matahari dan menuju Bumi. Jika energi cukup besar, maka gangguan bisa dialami berjam-jam bahkan lebih dari satu hari.
Dampak terburuk badai Matahari terkait komunikasi adalah gangguan pada komunikasi lewat telegraf yang terjadi 1859. Dampak buruk lainnya adalah padamnya listrik di Quebec, Kanada selama lebih dari 9 jam.
Dampak badai Matahari tersebut tidak bisa dicegah, sama halnya manusia tidak bisa mencegah gempa Bumi maupun gunung meletus. Manusia hanya bisa memikirkan alternatif untuk tetap beraktifitas walaupun ada gangguan tersebut.
Lebih lanjut, Hakim mengatakan, "Inti dari badai Matahari dari sisi sains adalah mengurangi ketergantungan kita pada elektronik dan satelit. Kita juga harus memikirkan cara-cara manual untuk berkomunikasi."
Hakim mencontohkan, dunia perbankan bisa mencari alternatif cara manual sebagai antisipasi jika sesuatu terjadi.Dunia penerbangan juga harus berpikir agar pilotnya memiliki kemampuan navigasi yang baik, tidak cuma tergantung pada sistem yang sudah tersedia.
