Koramil Blangpidie dan Warga 9 Desa Gotroy
Minggu, 8 Januari 2012 09:23 WIB

Danramil 01/Blangpidie, Kapten Inf Aji Barkah bersama Puluhan personel TNI dan ratusan warga dari sembilan desa di kecamatan Blangpidie dan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (7/1) menggelar karya bhakti berupa gotoroyong massal (gotroy) di lokasi tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) di Desa Seunaloh, Blangpidie yang ambruknya beberapa waktu lalu
Berita Terkait
- Dandim Nagan Gelar Silaturrahmi
- Danrem Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
- TNI/Polri Bersihkan Pantai Trienggadeng
- Warga Nunang Antara Bersihkan Riol
- 150 Mahasiswa Unsyiah Baksos di Aceh Jaya
- PNS dan TNI/Polri Bersihkan Jantho
- Pangdam IM Buka Rakorda KB
- Suhartono, Jadi Danyonif 115/ML
- 34 Personel Kodim Aceh Selatan Naik Pangkat
- Pangkohanudnas TNI AU Kunjungi Aceh Utara
* Atasi Dampak Kekeringan
BLANGPIDIE – Puluhan personel TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) 01/Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) bersama ratusan warga dari sembilan desa di Kecamatan Blangpidie dan Jeumpa, Sabtu (7/1) menggelar melaksanakan gotong royong massal (gotroy) di lokasi tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) di Desa Seunaloh, Blangpidie yang ambruknya beberapa waktu lalu.
Gotory massal yang dikoordinir langsung oleh Danramil 01/Blangpidie, Kapten Inf Aji Barkah itu untuk mengatasi dampak kekeringan meluas yang diakibatkan oleh ambruknya saluran irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh yang hingga kini belum tertangani dengan baik.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka merespon keluhan masyarakat di sembilan desa tersebut, sebab pasca ambruknya tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) itu, sebagian sawah mengalami kekeringan,” jelas Kapten Inf Aji Barkah di sela kegiatan tersebut.
Pantauan Serambi, gotry massal yang turut dihadiri Kepala Mukim, Keujreun Blang dan keuchik dari sembilan desa tersebut berjalan sukses. Warga berharap, Pemkab Abdya melalui dinas terkait bisa segera memperbaiki saluran irigasi yang ambruk tersebut karena bagian saluran yang ambruk saat ini masih ditangani secara darudat oleh masyarakat petani setempat.
“Usulan untuk perbaikan saluran ini sudah beberapa kali kami sampaikan ke Pemkab Abdya, namun hingga kini belum juga adanya tindak lanjut, sedangkan ratusan hektare areal persawahan warga yang sudah digarap di sembilan desa tersebut sudah mengalami kekeringan,” papar Suryadi, salah seorang petani.
Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan hektare areal sawah menjelang penanaman dalam wilayah Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya) dilanda kekeringan menyusul ambruknya tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) di Desa Seunaloh, Blangpidie.(tz)
BLANGPIDIE – Puluhan personel TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) 01/Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) bersama ratusan warga dari sembilan desa di Kecamatan Blangpidie dan Jeumpa, Sabtu (7/1) menggelar melaksanakan gotong royong massal (gotroy) di lokasi tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) di Desa Seunaloh, Blangpidie yang ambruknya beberapa waktu lalu.
Gotory massal yang dikoordinir langsung oleh Danramil 01/Blangpidie, Kapten Inf Aji Barkah itu untuk mengatasi dampak kekeringan meluas yang diakibatkan oleh ambruknya saluran irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh yang hingga kini belum tertangani dengan baik.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka merespon keluhan masyarakat di sembilan desa tersebut, sebab pasca ambruknya tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) itu, sebagian sawah mengalami kekeringan,” jelas Kapten Inf Aji Barkah di sela kegiatan tersebut.
Pantauan Serambi, gotry massal yang turut dihadiri Kepala Mukim, Keujreun Blang dan keuchik dari sembilan desa tersebut berjalan sukses. Warga berharap, Pemkab Abdya melalui dinas terkait bisa segera memperbaiki saluran irigasi yang ambruk tersebut karena bagian saluran yang ambruk saat ini masih ditangani secara darudat oleh masyarakat petani setempat.
“Usulan untuk perbaikan saluran ini sudah beberapa kali kami sampaikan ke Pemkab Abdya, namun hingga kini belum juga adanya tindak lanjut, sedangkan ratusan hektare areal persawahan warga yang sudah digarap di sembilan desa tersebut sudah mengalami kekeringan,” papar Suryadi, salah seorang petani.
Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan hektare areal sawah menjelang penanaman dalam wilayah Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya) dilanda kekeringan menyusul ambruknya tebing saluran induk Irigasi Teknis Sayap Kanan Krueng Susoh (Krueng Beukah) di Desa Seunaloh, Blangpidie.(tz)
Editor : bakri
