Terminal Geumpang tak Difungsikan
Terminal di ibukota Kecamatan Geumpang, Pidie, hingga sekarang ini belum difungsikan, padahal pembangunannya sudah rampung 100 persen
* Pembangunan Habiskan Rp 359,7 Juta
SIGLI - Terminal di ibukota Kecamatan Geumpang, Pidie, hingga sekarang ini belum difungsikan, padahal pembangunannya sudah rampung 100 persen sejak setahun lalu. Pembangunan terminal tersebut menghabiskan dana Rp 359.763.000 yang beradal dari dana Otonomi Khusus 2010.
Terminal tipe C ini berdasarkan penuturan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pidie, Muchtar Usman, melalui Kabid Darat, H Zulkifli, sudah selesai dilengkapi toilet, kantor dan loket penjualan tiket serta ruang menunggu bagi penumpang dari atau ke Geumpang.
Namun karena angkutan umum yang masuk sangat minim, hingga sekarang terminal belum difungsikan. “Paling sehari cuma tiga sehingga minim sekali, kita khawatirkan kewalahan petugas saja di sana,” katanya kepada Serambi, Rabu (11/1).
Menurut Zulkifli, pertimbangan awal dinas perhubungan mengusulkan pembangunan terminal tersebut adalah banyaknya kendaraan melintasi Geumpang lantaran jalan lintan Banda Aceh-Lhok Nga-Meulaboh rusak.
“Kita akan coba membicarakan lagi upaya untuk menghidupkan terminal ini, karena sulit juga diaktifkan jika jumlah angkutan masuk minim,” imbuhnya.
Geumpang adalah salah satu daerah dataran tinggi di sebelah utara ibukota Kabupaten Pidie. Selama ini pasar Geumpang merupakan daerah lintas warga yang berangkat menuju atau pulang dari Meulaboh.(aya)