SMAN 1 Aceh Tamiang
Hasanuddin, Juara Baca Kitab Kuning
Selain mengasah ilmu di sekolah umum dan meraih juara untuk Olimpiade Sain Nasional (OSN) dalam bidang studi Ilmu Bumi dan Astronomi se-Aceh
Untuk menguasai mata pelajaran yang diajarkan guru, pelajar kelahiran 16 tahun lalu di Medan, tepatnya 13 Mei 1995, menerapkan pola disiplin dan teratur dalam belajar. Usai pulang sekolah, lelaki berkulit hitam manis ini langsung makan siang, dan beristirahat. Setelah terjaga langsung shalat Ashar, selanjutnya mengulang-ulang seluruh mata pelajaran yang diajarkan guru di sekolah hingga menjelang magrib.
Magrib, ia mengaji di pesantren Dayah Miqrajul Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) dekat dengan rumahnya hingga pukul 21.30 WIB. Saat ini Hasan sudah mengaji kitab Bajuri. Ketika berada di rumahnya malam hari ia tidak langsung tidur, tapi sisa waktu itu digunakan untuk mengerjakan tugas (PR) sekolah.
Anak bungsu dari delapan bersaudara ini dalam belajar lebih memperbanyak membaca. Ia juga sering membeli buku bacaan yang menambah wawasan dan buku rumus. Uang beli buku dikumpulkan dari sisa uang jajannya. “Saya terinspirasi sendiri untuk membeli buku pakai uang jajan yang dikumpulin,” ujarnya.
Pelajar yang meraih juara Olimpiade Sain Nasional (OSN) bidang studi Ilmu Bumi dan Astronomi se-Aceh Tamiang tahun 2011 ini, juga mempunyai naluri bisnis dengan berjualan pulsa dan minyak wangi kecil-kecilan yang ditawarkannya kepada rekan-rekan di desa dan di sekolahnya. Dari kelas satu sampai kelas dua, pelajar yang mempunyai cita-cita menjadi guru ini juga meraih juara satu di kelasnya, dan juara membaca kita kuning di Pasantren Dayah Miqrajul Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) tempat ia mengaji.(muhammad nasir)