Jasad Menjerit
Nyanyian rindu kupersembah Kutuahkan kepada seorang ibu
Nyanyian rindu kupersembah
Kutuahkan kepada seorang ibu
Yang telah membesarkan ragaku
Mengingatmu dikala mimpi
Se izin Tuhan lah kita dapat bertemu
Melepaskan rindu hingga Subuh menyingsing
Hingga aku bermimpikanmu 7 tahun yang lalu
Aku masih mengingat jelas wajahmu
Pucat pasi darahmu beku, berhimpit dengan puing - puing bangunan
Menyisakan luka saat seminggu engkau pergi
Tak ada yang mengetahui jasadmu dimana berada
Syukur Tuhan, mengabarkan kepada insan
Tentang keberadaan jasadmu
7 tahun sudah berlalu
26 Desember hari terakhirmu
Seminggu sesudahnya jasadmu kami kuburkan
Tapi jarak membuat langkah tertahan
Hingga sebulan kemudian jasadmu kembali dipindahkan
Aku tahu jasadmu menjerit
Siapa yang tak tahu sakitnya tubuh ini dibangunkan
Saat pulas tertidur lalu engkau dipindahkan
Hanya doa yang bisa kupersembah
Untukmu ibu, selamat bersitirahat panjang
Rahmad Nuthihar, mahasiswa Gemasastrin Unsyiah