Citizen Reporter
Bertemu Kaisar Akihito
SELAMA bermukim di Jepang --saat menemani suami melanjutkan studi di negeri Sakura ini— banyak pengalaman indah yang kualami
SELAMA bermukim di Jepang --saat menemani suami melanjutkan studi di negeri Sakura ini— banyak pengalaman indah yang kualami. Satu di antaranya adalah ketika berjumpa dengan Kaisar Akihito beserta keluarganya di kediaman mereka di Tokyo Imperial Palace, di jantung kota Tokyo.
Sehari-harinya, Istana Kekaisaran bagian dalam tertutup untuk umum. Hanya taman bagian luar saja yang terbuka untuk umum dan merupakan daerah wisata. Jadi agak mengherankan mengapa kami bisa berjumpa langsung dengan pemimpin tertinggi di negara monarki konstitusional ini. Padahal Kaisar tidak bisa ditemui oleh sembarang orang dan pada sembarang waktu. Istana dijaga oleh penjagaan yang ekstra ketat dan berlapis-lapis.
Alkisah, kesempatan itu datang ketika Kaisar Akihito mengadakan open house di kediamannya. Rakyat diundang datang ke istana, bersua dan menyapa pemimpin kebanggaan mereka. Hanya dua kali dalam setahun Tokyo Imperial Palace dibuka untuk umum, yaitu pada 23 Desember bertepatan dengan ulang tahun Kaisar Akihito atau Tenno Tanjobi, dan 2 Januari bertepatan dengan perayaaan Tahun Baru atau O-Shogatsu.
Aku berkesempatan pergi ke Imperial Palace atau Kokyo bersama suami pada 2 Januari 1998. Waktu itu aku baru sebulan berada di Negeri Matahari Terbit. Cuaca sangat dingin, matahari pun enggan bersinar. Mendung menggelayut sejak pagi hari. Namun itu semua tidak menyurutkan langkah kaki kami. Dengan berbalut coat, mencoba melawan hawa dingin dengan satu tekad, ingin bertemu dengan Kaisar.
Memasuki wilayah istana, nuansa tradisional segera terasa, benteng yang menjulang tinggi, jajaran bonsai yang berjajar rapi, dan bangunan bergaya Jepang kuno yang tetap dipertahankan keasliannya. Sangat kontras dengan suasana kota Tokyo yang dipenuhi gedung pencakar langit. Jepang dengan segala kecanggihan teknologi tetap mampu mempertahankan adat dan tradisi.
Bertandang ke Kokyo, serasa memasuki dunia lain di tengah belantara beton kota Tokyo. Terlebih saat Kaisar Akihito dan keluarga muncul di balkon istana, rakyat melambai-lambaikan bendera Jepang Hinomaru sambil berseru “Tenno haikaa, banzaaai!” Mereka mendoakan agar Kaisar ke-125 ini diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
Kaisar dan keluarga juga melambai-lambaikan tangan pada rakyat yang mengelu-elukannya. Aku merasakan keinginan yang kuat dari Kaisar untuk mendekatkan diri, berbaur dan menyapa rakyat. Setelah mengucapkan pidato ucapan Selamat Tahun Baru selama dua menit, Kaisar dan keluarganya pun masuk ke dalam, menyisakan rasa haru dan kehangatan yang menjalar di sanubari.
Belasan tahun berlalu, namun sosok Kaisar Akihito masih tetap dihormati dan dicintai. Kecuali penyakit pneumonia yang menggerogoti dan tubuh yang semakin ringkih, tak ada yang berubah dari dirinya. Kaisar tetap berusaha menebarkan semangat bagi rakyat yang dicintai dan mencintainya. “Tenno haikaa, banzaaai!”.
* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

