Ingin Jadi Sekolah Favorit
Rabu, 25 Januari 2012 09:10 WIB
Berita Terkait
- Maling Bobol Sekolah
- Aceh Utara Butuh SLB
- Sekda: Tahun Ini Magnet School Terima Siswa
- Pemko Bina 60 Anak Putus Sekolah
- Modal Bangsa Terima Siswa Baru Mulai 4 Juni
- Menulis Berita Bohong, Kepala SD Laporkan Wartawan…
- SMPN 3 Ingin Jaya Buka Kelas Unggul
- Pemuda Montasik Gelar Try Out Masuk PT
- SMA Unggul Buka Pendaftaran Online
- Tabungan Siswa Dibawa Kabur Kepala Sekolah
SD Negeri 14 Banda Aceh yang terletak di kawasan Pango hingga saat ini belum menjadi pilihan utama orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan tersebut.
Oleh karenanya, hingga saat ini, jumlah siswa yang tercatat di sekolah yang memiliki sebelas guru PNS itu hanya 122 orang. Ini artinya, dalam satu kelas, rata-rata jumlah siswanya hanya 18 orang.
Kepala SDN 14 Banda Aceh, Ramli SPd mengaku pihaknya bisa memahami sekolah yang dipimpinnya masih belum banyak diminati siswa.
Kecuali letak sekolah yang sebelumnya tergolong terpencil, juga sarana pendukung peningkatan kualitas pendidikan yang tersedia masih sangat terbatas.
Di sekolah yang terletak di ujung jembatan layang Pango-Santan itu ternyata hanya memiliki satu perangkat komputer yang digunakan untuk kelancaran administrasi sekolah. Sedangkan untuk praktik siswa seperti di SD-SD lain di Banda Aceh, sama sekali tidak tersedia. Ini salah satu sebab kurangnya daya tarik bagi orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SDN 14.
Satu-satunya fasilitas pendukung yang dimiliki sekolah yang didirikan tahun 1970-an ini hanyalah perpustakaan. Sedangkan laboratorium IPA, komputer, sama sekali tak tersedia.
Untuk memajukan sekolah, kata Wakil Ketua AMPI Aceh tahun 1980 itu, pihaknya sudah berusaha dengan melakukan berbagai terobosan, termasuk melakukan pertemuan dengan masyarakat lingkungan sekolah.
Akibat minimnya siswa yang masuk ke sekolah ini, sehingga tingkatan prestasi murid juga menjadi sangat terbatas. “Kita baru mampu merebut juara di cabang hula hop,” ujarnya.
Namun, ia lanjutkan, dengan terbukanya akses jalan baru yang berdekatan dengan sekolah itu, suatu saat nanti SD Negeri 14 ini bisa menjadi salah satu sekolah favorit di Banda Aceh. (sir)
Oleh karenanya, hingga saat ini, jumlah siswa yang tercatat di sekolah yang memiliki sebelas guru PNS itu hanya 122 orang. Ini artinya, dalam satu kelas, rata-rata jumlah siswanya hanya 18 orang.
Kepala SDN 14 Banda Aceh, Ramli SPd mengaku pihaknya bisa memahami sekolah yang dipimpinnya masih belum banyak diminati siswa.
Kecuali letak sekolah yang sebelumnya tergolong terpencil, juga sarana pendukung peningkatan kualitas pendidikan yang tersedia masih sangat terbatas.
Di sekolah yang terletak di ujung jembatan layang Pango-Santan itu ternyata hanya memiliki satu perangkat komputer yang digunakan untuk kelancaran administrasi sekolah. Sedangkan untuk praktik siswa seperti di SD-SD lain di Banda Aceh, sama sekali tidak tersedia. Ini salah satu sebab kurangnya daya tarik bagi orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SDN 14.
Satu-satunya fasilitas pendukung yang dimiliki sekolah yang didirikan tahun 1970-an ini hanyalah perpustakaan. Sedangkan laboratorium IPA, komputer, sama sekali tak tersedia.
Untuk memajukan sekolah, kata Wakil Ketua AMPI Aceh tahun 1980 itu, pihaknya sudah berusaha dengan melakukan berbagai terobosan, termasuk melakukan pertemuan dengan masyarakat lingkungan sekolah.
Akibat minimnya siswa yang masuk ke sekolah ini, sehingga tingkatan prestasi murid juga menjadi sangat terbatas. “Kita baru mampu merebut juara di cabang hula hop,” ujarnya.
Namun, ia lanjutkan, dengan terbukanya akses jalan baru yang berdekatan dengan sekolah itu, suatu saat nanti SD Negeri 14 ini bisa menjadi salah satu sekolah favorit di Banda Aceh. (sir)
Editor : bakri
