Jalan Lingkar Nyaris Putus
Jalan yang menghubungkan Kota Takengon menuju Kampung Kenawat dan Hotel Renggali, sebalah selatan Danau Laut Tawar
Penyebab terganggunya badan jalan itu, karena pembukaan jalan kecil menuju lokasi keramba ikan di bawah jalan tersebut. Badan jalan lingkar Danau Laut Tawar sepanjang satu setengah meter sudah longsor. Jika tidak segera dibangun, kerusakan badan jalan tersebut semakin parah.
Pemerhati Ekosistem Danau Laut Tawar mengecam keras tindakan para petani keramba yang membangun jalan menuju kerambanya, tanpa mempertimbangkan kepentingan umum lainnya.
Ketua Sentral Aliansi Pemuda Bintang, Kebayakan dan Laut Tawar (SAP-BIKLAR), Isran, Selasa (24/1) mengatakan, kerusakan jalan lingkar Danau Laut Tawar tersebut disebabkan ulah oknum petani keramba yang membuka jalan baru di pinggir danau. Petani kerami keramba lebih mengutamakan jalan kecil menuju kerambanya ketimbang memilahara jalan utama yang menghubungkan Kota Takengon dengan Kecamatan Bintang, Aceh Tengah.
“Jika terjadi kecelakaan lalu lintas serta berakibat terganggunya aktivitas masyarakat banyak, maka kami akan menempuh jalur hukum terhadap oknum yang membuka jalan kecil menuju keramba tersebut,” ujar Isran, Sekretaris Jendral SAP-BIKLAR Takengon.
Kelompok masyarakat pencinta lingkungan itu tidak setuju terhadap pembukaan jalan menuju keramba, karena memaksakan keinginan pribadi. Pasalnya, tingkat kemiringan tanah di lokasi tersebut sangat tinggi di atas 45 derajat, tidak cocok dibangun jalan.
Camat Lut Tawar, Subhandy AP MSi, Selasa (24/1) mengatakan, pembukaan jalan menuju keramba di kawasan itu sudah dilakukan beberapa bulan lalu, namun badan jalan lingkar Danau Laut Tawar mulai digerus longsor pada bebeapa bulan terakhir. Ia mengetahui adanya pembukaan jalan baru di pinggiran Danau Laut Tawar tersebut setelah warga melaporkan longsornya badan Jalan Takengon-Hotel Renggali. “Akibat turunnya badan jalan tersebut, pipa air milik PDAM Tirta Tawar terputus hingga airnya terbuang percuma,” ujar Subhandy.
Subhandy mengaku, musibah jalan longsor itu telah dilaporkan kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh Cabang V di Takengon, dan meminta segera dibangunnya Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan jalan longsor tersebut. Dikatakannya, area badan jalan yang longsor semakin melebar dari sebelumnya, semburan air dari pipa PDAM Tirta Tawar yang terputus semakin memperparah kerusakan jalan tersebut. “Saya lihat pipa tersebut sudah disangga dengan tiang-tiang baru,” ujar Subhandy.(min)