Kapal Pengganti Berlayar Sabtu
KMP Teluk Singkil yang disiapkan sebagai kapal pengganti untuk jalur Labuhan Haji-Sinabang diharapkan sudah bisa berlayar Sabtu (28/1)
“Namun yang perlu diketahui, setelah selesai doking, kapal itu tidak langsung bisa operasi karena masih harus menunggu terbitnya surat kelayakan teknis untuk berlayar dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang berkantor di Pelabuhan Belawan, Medan,” kata Kadishubkomintel Aceh, Prof Dr Yuwaldi Away MSc melalui Kabid Perhubungan Darat, Ir Andi Fiardi MST kepada Serambi, Selasa (24/1).
Pihak Dishubkomintel Aceh berharap BKI Belawan bisa secepatnya mengeluarkan surat kelayakan teknis berlayar untuk KMP Teluk Singkil agar pada hari Sabtu (28/1) bisa kembali melayani jalur Labuhan Haji-Simeulue.
Menurut Andi, BKI baru bisa menerbitkan surat layak teknis berlajar kepada kapal barang maupun kapal penumpang setelah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan. Item pemeriksaan sangat banyak, mulai dari mesin, bodi kapal, tempat duduk/tempat tidur penumpang, toilet, sampai pada peralatan keselamatan di kapal. “Syahbandar Pelabuhan yang bertanggungjawab atas keselamatan kapal tidak akan menerbitkan surat izin berlayar (SIB) sebelum BKI menerbitkan surat kelayakan teknis,” tandas Andi.
Kendala transportasi laut dari daratan Aceh ke Simeulue ditanggapi Wakil Ketua II DPRA, Drs H Sulaiman Abda. Sulaiman berharap Pemerintah Aceh secepatnya mengantisipasi persoalan yang terjadi agar persoalan yang sudah mulai dirasakan seperti krisis sembako, bahan bakar gas elpiji, oksigen, dan obat-obatan untuk pasien rumah sakit tidak bertambah parah.
Mengenai surat kelayakan teknis berlayar untuk KMP Teluk Singkil, diharapkan oleh Sulaiman agar pihak Dishubkomintel Aceh bisa menjemput langsung ke BKI Pelabuhan Belawan di Medan. “Tujuannya agar pihak BKI mendapatkan penjelasan langsung tentang kondisi ril yang sedang dihadapi saat ini,” demikian Sulaiman Abda.(her)