Panglima Laot Minta Gubernur Pulangkan Nelayan Aceh di India
Rabu, 25 Januari 2012 09:04 WIB
Berita Terkait
- Akhir Mei, DKP Simeulue Luncurkan Program Rumput Laut
- Petani Pidie Sulit Pasarkan Rumput Laut
- Agara Kembali ke Kayu Bakar
- Singkil Krisis Bensin
- Praktek Langsiran Picu Kelangkaan BBM
- Kapal Minyak Dibajak, Tak Ada Kerugian Pertamina
- Bahasa yang Hilang Kini Ditemukan
- Bom Ikan dan Modus Pelaku Makin Canggih
- Danrem AM Putranto: Belum Ada Tim Sampai ke Lokasi
- Kisah Mistis Kabut Misterius di Gunung Salak, Benarkah?
BANDA ACEH - Panglima Laot Provinsi Aceh, Teuku Bustamam meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, segera mengadvokasi pembebasan dan memulangkan tiga nelayan Aceh yang sudah 24 hari ditahan di penjara Port Blair, Kepulauan Andaman, India. Surat permintaan bantuan itu disampaikan Panglima Laot, Selasa (24/4).
Sementara permohonan yang sama juga sudah dikirimkan ke Kedubes Indonesia di India, Minggu (22/1) melalui email. “Surat kepada Gubernur Aceh baru kami sampaikan Selasa, yaitu sesudah habis masa liburan kantor,” kata Teuku Bustamam kepada Serambi, Selasa.
Duta Besar Indonesia di India, Andi Ghalib sudah mengetahui kasus penahanan tiga nelayan Aceh, yaitu Junaidi (24) warga Desa Cot Seurani, Normansyah (25), dan Muhibuddin Aiyub (24) keduanya warga Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Bireuen.
Teuku Bustama yang Selasa (24/1) berbicara melalui telepon dengan Staf Kedubes Indonesia di India mengatakan, pihak kedubes di India sedang berusaha membebaskan ketiga nelayan itu dari proses hukum. Asalkan ketiga nelayan itu tidak melakukan tindakan kriminalitas seperti melanggar batas negera kemungkinan mereka bisa segera dipulangkan.
“Kalau mereka terdampar ke India betul-betul karena kerusakan boat, kita berusaha mereka tidak sampai ke pengadilan,” kata Teuku Bustamam mengutip keterangan Staf Kedubes Indonesia di India.
Namun demikian, karena ini menyangkut hubungan bilateral dua negara Indonesia dan India maka Pemerintah Aceh dalam kasus ini sangat berperan. Mudah-mudahan, kata Teuku Bustama setelah membaca surat menyangkut nelaya yang ditahan itu, Gubernur Irwandi Yusuf bisa secepatnya mengadvokasi pembebasan dan pemulangan mereka.
Keluarga para nelayan yang mengalami musibah itu sangat ini sangat mengaharapkan bantuan pemerintah untuk segera memulangkan mereka ke Aceh.
“Saya berharap pemerintah supaya segera mengupayakan sehingga anak saya bisa pulang dengan selamat,”kata Ruhama Syam (47) kepada Serambi, Senin (23/1). Harapan keluarga mereka, jelas Teuku Bustamam juga merupakan harapan kami sebagai Panglima Laot Aceh. (ism)
Sementara permohonan yang sama juga sudah dikirimkan ke Kedubes Indonesia di India, Minggu (22/1) melalui email. “Surat kepada Gubernur Aceh baru kami sampaikan Selasa, yaitu sesudah habis masa liburan kantor,” kata Teuku Bustamam kepada Serambi, Selasa.
Duta Besar Indonesia di India, Andi Ghalib sudah mengetahui kasus penahanan tiga nelayan Aceh, yaitu Junaidi (24) warga Desa Cot Seurani, Normansyah (25), dan Muhibuddin Aiyub (24) keduanya warga Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Bireuen.
Teuku Bustama yang Selasa (24/1) berbicara melalui telepon dengan Staf Kedubes Indonesia di India mengatakan, pihak kedubes di India sedang berusaha membebaskan ketiga nelayan itu dari proses hukum. Asalkan ketiga nelayan itu tidak melakukan tindakan kriminalitas seperti melanggar batas negera kemungkinan mereka bisa segera dipulangkan.
“Kalau mereka terdampar ke India betul-betul karena kerusakan boat, kita berusaha mereka tidak sampai ke pengadilan,” kata Teuku Bustamam mengutip keterangan Staf Kedubes Indonesia di India.
Namun demikian, karena ini menyangkut hubungan bilateral dua negara Indonesia dan India maka Pemerintah Aceh dalam kasus ini sangat berperan. Mudah-mudahan, kata Teuku Bustama setelah membaca surat menyangkut nelaya yang ditahan itu, Gubernur Irwandi Yusuf bisa secepatnya mengadvokasi pembebasan dan pemulangan mereka.
Keluarga para nelayan yang mengalami musibah itu sangat ini sangat mengaharapkan bantuan pemerintah untuk segera memulangkan mereka ke Aceh.
“Saya berharap pemerintah supaya segera mengupayakan sehingga anak saya bisa pulang dengan selamat,”kata Ruhama Syam (47) kepada Serambi, Senin (23/1). Harapan keluarga mereka, jelas Teuku Bustamam juga merupakan harapan kami sebagai Panglima Laot Aceh. (ism)
Editor : bakri
