PPGI Protes Tender KIP
Proses pelelangan logistik pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilaksanakan panitia lelang Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh
“Panitia terkesan memilih perusahaan luar Aceh dengan nilai penawaran tertinggi, meskipun track record pengusaha luar itu, jauh lebih rendah dibandingkan kemampuan perusahaan lokal yang ada di Aceh,” Ketua DPD Persatuan Pengusaha Grafika Indonesia (PPGI) Aceh H Sidiq Smhk, kepada Serambi di Banda Aceh, Selasa (24/1).
Pernyataan itu, disampaikan Sidiq berkaitan terdepaknya sebagian besar pengusaha lokal dalam proses pengelolaan dan keterlibatan menangani barang cetakan logistik pilkada yang nilai anggarannya mencapai Rp 12 miliar lebih.
Data diperoleh Serambi, dari beberapa proyek logistik pilkada, sembilan miliar lebih diserahkan ke perusahaan asal Sidoarjo dan Jakarta. Padahal, menurut Ketua PPGI Aceh, kemampuan perusahaan percetakan lokal, jauh lebih mapan dan berpengalaman menganani logistik pilkada.
Karenanya, DPD PPGI Aceh mendesak panitia lelang proyek logistik pilkada gubernur/wakil gubernur Aceh itu, agar diulang. Alasannya, jadwal dan masa pelaksanaan pengadaan logistik pilkada Aceh, yang sebelumnya direncanakan berjalan awal Februari 2012, kini terbuka peluang diundur hingga awal April 2012.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris KIP Aceh Munawar, yang dikonfirmasi Serambi, via telepon selularnya menyatakan, pihak sekretariat tidak menangani proses pelelangan logistik Pilkada 2012. Karena, proses dan pelaksanaan lelang merupakan kewenangannya komisioner dan panitia lelang.(awi)